Magelang-Wonosobo

by nuzuli ziadatun ni'mah


Awal mula… (di terminal Magelang)
N : Nik, kita naik yang mana ni? Busnya di mana sih?
A : Nggak tau…. Di sana kayaknya. Iya, yang itu!
Akhirnya kami—aku (Nuzuli), Anik dan adikku (Fian)—mendekati bus yang dimaksud, yaitu bus jurusan Magelang-Wonosobo.
K : Wonosobo Mbak?
Tanpa menjawab kami akhirnya masuk ke dalam bus dan duduk di kursi yang paling belakang. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya bus yang kami tumpangi berangkat juga. Sudah nggak sabar pengen sampe di rumah anik. Awalnya bus yang kami tumpangi masih berjalan dengan normal. Tapi setelah cukup jauh meninggalkan terminal, bus mulai menggila!!
N : Ngawur banget! (berbisik)
F : He-eh (berbisik juga)
Lalu bus pun berhenti saat ada seorang ibu dan anaknya yang ingin naik. Tapi ternyata si anak nggak mau naik, trus akhirnya dipaksa sama ibunya.
K : Nggak usah aja Bu kalo anaknya nggak mau! Lagi balapan je… (diucapkan dalam bahasa jawa)
N : (dalam hati) Parah banget sih kernetnya!
Aku, Anik, dan adikku saling pandang dan geleng-geleng. Sementara kernet bus masih ‘bertarung’ dengan si ibu-ibu. Si ibu mendorong anaknya masuk, sedangkan si kernet menariknya keluar. Tapi akhirnya si ibu yang menang. Sesudah itu, busnya berhenti di situ beberapa lama. Awalnya kukira lagi nunggu penumpang, tapi ternyata nunggu bus yang diajak balapan!! Setelah bus yang ditunggu datang, bus pun mulai ngebut. Parah banget!! Aku yang baru pertama agak shock dan nggak jadi menikmati pemandangan, malah menutup mata dan berharap bus kami nggak terjun bebas ke jurang.
Bener-bener senam jantung kalo naik bus jurusan Magelang-Wonosobo. Apalagi ternyata semua bus SAMA AJA!!! Kecuali kalian sangat beruntung, bisa aja dapet bus yang nggak bikin senam jantung! >.<”