Rumah Sakit

by nuzuli ziadatun ni'mah


Sehat itu emang sangat-sangatlah mahal harganya. Gimana nggak? Setiap hari ada ratusan, bahkan orang yang terserang penyakit.

Suatu kali aku pernah masuk ke rumah sakit tempat dimana adek sepupuku dirawat karena menderita leukemia. Ia sebetulnya sangat pandai di sekolahnya. Namun, ia harus rela tidak naik kelas setelah 8 bulan absen karena mengikuti pengobatan di rumah sakit, baik rawat inap maupun rawat jalan. Aku sungguh salut padanya, karena dia masih punya keinginan untuk sekolah dan bermain dengan teman seumurannya yang sehat. Ia bahkan tidak pernah minder karena penyakitnya.

Di rumah sakit tempatnya dirawat, ada banyak sekali anak yang dirawat karena terserang penyakit yang berlainan. Dari anak bayi hingga anak SMP berada dalam satu daerah perawatan. Bahkan banyak dari mereka yang sudah tinggal berbulan-bulan dan saling mengenal layaknya keluarga. Di sana, kalian pasti akan tahu apa yang dinamakan semangat hidup. Harapan anak-anak yang kekurangan karena penyakitnya, terpancar dari tindakan mereka. Banyak dari mereka yang meskipun penyakitnya tergolong parah tapi masih bisa berlarian dengan temannya dan menikmati kesenangan layaknya anak biasa.

Mungkin hatiku mulai tersentuh ketika pertama kali melihat mereka, bahwa menjadi dokter itu sangat membahagiakan. Kadang aku sangat ketakutan ketika memikirkan untuk masuk ke kedokteran. Tapi setelah melihat bagaimana anak-anak itu menaruh harapan mereka pada seorang dokter, hatiku tergerak. Jujur saja, aku sering berpikir bahwa setiap masalah adalah milik masing-masing orang dan kita tak perlu mencampurinya. Tapi saat aku malihat langsung kejadian itu dan tahu bahwa saudaraku juga mengalaminya, aku jadi berpikir, bahwa semua yang terjadi adalah kenyataan. Sesuatu yang tidak akan kita ketahui akan terjadi pada siapa, kapan, dan bagaimana.

Rumah sakit telah memberiku pandangan berbeda tentang semua hal yang sebelumnya kuanggap ‘ada dan tiada’. Aku baru menyadari, bahwa banyak orang telah meremehkan kesehatan—termasuk diriku sendiri. Bahkan banyak orang yang menganggap sehat itu hal yang biasa. Tapi akhirnya aku tahu, bahwa ketika kau sakit, kau akan beranggapan sehat itu anugerah paling indah.