Beware!!

by nuzuli ziadatun ni'mah


Idul fitri sudah tinggal sejengkal lagi, dan itu berarti puasa akan segera berakhir. Itu juga berarti kita harus segera bersiap-siap menyambut tamu yang akan bersilaturahim ke rumah kita. Segala macam makanan disiapkan. Bahan makanan bahkan sudah dibeli jauh-jauh hari untuk persiapan. Tapi benarkah itu yang paling penting?

Banyak orang, yang ketika puasa sudah memasuki akhir bulan, lebih berkonsentrasi pada persiapan hari raya. Padahal, Rasulullah sudah mengingatkan, janganlah kita terfokus pada perayaan Idul Fitri, tapi sejatinya kita sebagai umat muslim lebih terfokus pada ibadah di Idul Fitri itu sendiri. Maka dari itu, janganlah kita melupakan ibadah-ibadah di Idul Fitri dan malah lebih memikirkan persiapan lebaran. Karena sebenarnya semua itu adalah salah satu rencana setan untuk mengurangi pahala puasa kita.

Setiap malam takbiran, setan akan mulai bergerak untuk menjerumuskan manusia ke hal-hal yang akan mengurangi pahala puasa mereka. Di antaranya:

–          makanan

–          minuman keras

–          pesta yang berlebihan

Inilah yang sering dilupakan banyak orang. Bukan berarti setelah lewat bulan Ramadhan, kita bisa melakukan apa saja, itu pendapat yang tidak benar. Setelah puasa, kita juga harus tetap menjaga diri, dari perkataan dan perbuatan yang akan menghapus pahala puasa kita selama sebulan. Nggak mau kan kalian kehilangan pahala puasa yang sudah dijalankan selama sebulan penuh?

Ada juga beberapa hal lain yang harus kita perhatikan. Rasulullah pernah berdakwah tentang puasa orang-orang yang tidak akan diterima oleh Allah:

–          orang-orang yang memutus tali persaudaraan di antara sesamanya

–          anak yang durhaka kepada orang tuanya

–          istri-istri yang tidak taat kepada suami mereka

Di sini yang dimaksud memutus tali persaudaraan bukan berarti saat Idul Fitri saja. Bukan berarti kita datang ke rumahnya untuk bersilaturahim di hari raya saja, tapi lebih kepada kita masih mengganggap mereka sebagai saudara kita. Untuk kalian yang sering bertengkar dengan orangtua, mulailah membuka diri untuk meminta maaf tanpa menunggu Idul Fitri tiba. Jika kita bisa meminta maaf sekarang, untuk apa ditunda? Bukankah kebaikan lebih baik disegerakan?

Nah, ini hanya sebaris kalimat yang mungkin bisa membantu kalian. Marilah kita terus berlomba dalam kebaikan. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqobbalallahu minna wa minkum taqobbal yaa karim, minal aidin wal faizin….