Beauty of Graffiti

by nuzuli ziadatun ni'mah


Graffiti. Orang yang mendengar kata ini, sering mengidentikkannya dengan anak berandalan, anak yang suka corat-coret dinding semau mereka dan terdengar tidak bertanggungjawab. Tapi, cobalah berpikir lebih. Jangan selalu berpikir negative pada suatu hal. Berpikirlah positive terlebih dulu. Jika kita mau berpikir lebih positive, kita akan segera menemukan ‘keindahan’ graffiti yang jarang bisa ditemukan oleh orang yang biasa melihat sesuatu sebagai ‘hal yang buruk’. Padahal, graffiti memiliki banyak kebaikan, baik bagi yang menggambar maupun yang melihat.
Diantaranya:

  • Bagi yang menggambar, dukungan positive bisa mendorong mereka untuk berkreasi lebih baik lagi. Mereka mendapat tempat di masyarakat untuk mengapresiasikan keterampilan mereka dalam mengolah warna menjadi sesuatu yang indah dipandang mata.
  • Keindahan graffiti membuat tembok yang tadinya tidak enak dipandang mata bisa membuat orang yang memadangnya terkagum-kagum dengannya. Bahkan kita tidak perlu mengeluarkan biaya, they did.
  • Kita juga jadi tahu, bahwa anak-anak yang tadinya kita anggap tidak berguna dan hanya mengganggu, ternyata mampu membuat orang mengubah pandangan tentang mereka dengan keterampilan yang mereka miliki.
  • Nah, setelah itu, siapa tahu Anda adalah orang yang membutuhkan keterampilan mereka untuk usaha Anda?

Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa graffiti bukanlah hal yang buruk, asalkan dilakukan atas izin semua pihak.

Sebagai contoh, tengoklah kota Jogja. Sebuah kota kecil yang dikenal banyak orang sebagai kota seni. Di jogja, kalian bisa melihat keindahan graffiti yang dibuat oleh anak Jogja di pinggir jalanan kota Jogja yang ramai. Tidak ada larangan membuat graffiti di Jogja, bahkan graffiti sudah direstui sejak lama. Graffiti itu dihargai, karena bukan hanya memperindah, tetapi juga mengandung pesan moral bagi orang yang melihatnya dan sering kali mengandung kritik sosial. Tidak ada grafitti yang mengandung pesan tidak bermoral karena selalu disertai izin. Selain itu, mereka sudah menyadari batasan-batasan yang harus mereka ingat selalu.

Lebih baik lagi di SMA N 1 Bantul, yang memang mendorong para siswanya untuk kreatif dengan graffiti. Setiap awal tahun ajaran baru, sekolah ini membuat perlombaan graffiti antar kelas. Siswa diberikan kebebasan dalam mengambil tema, dan sekolah membebaskan siswa untuk mencorat-coret seluruh tembok pagar sekolah. Jadi, setiap kali melewati SMA ini, orang akan memalingkan muka mereka ke arah tembok pagar sekolah untuk sekedar melempar tatapan tertarik atau bahkan mengagumi karya anak-anak SMA N 1 Bantul.

Note: setiap karya, selalu memiliki makna,,,