Craziest Day Ever

by nuzuli ziadatun ni'mah


Sekarang ini, yang namanya asrama, terasa jauh lebih menyenangkan dari bayangan orang-orang. Bahkan aku kadang takut kalau bagiku, sekarang asrama sudah lebih enak daripada di rumah sendiri. Tapi memang kenyataannya gitu sih, jadi mau gimana lagi. Baru saja aku mengalami salah satu hal paling luar biasa sepanjang per-asrama-anku, another adventure with Dian.

Diawali dengan rencana ngambil tiket try out SIMAK UI di tempat Kak Afu di UI, yang akhirnya dikasih izin sama Abla sampai jam 8 malem. Wah, senangnya. Jadi setelah selesai ujian terakhir dalam semester ini, kami langsung cabut dari Mangsa tercinta nebeng mobilnya Vada. Trus kita memulai journey ke UI yang dipenuhi dengan insiden hampir nyasar tapi nggak jadi. Setelah akhirnya kami nyampe UI dengan selamat, kami menghubungi Kak Afu dengan maksud janjian ketemuan. Sayang sekali, ternyata Kak Afu lagi nggak di kampus dan tiketnya lupa dibawa. Akhirnya kami menghubungi Kak Ami. Sayangnya juga, Kak Ami lagi ada kuliah sore itu. Jadilah kami bingung sendiri di tempat parkir Fasilkom UI.

Trus akhirnya kami berinteraksi dengan Kak Ami yang ngasih tau kita cara ke dersane (tiketnya ketinggalan di dersane, dan beruntungnya, Kak Ami sekamar sama Kak Afu). Setelah dikasih tahu cara ke sana dan sebagainya, kami langsung meluncur ke dersane yang nggak jauh dari UI. Ternyata, nggak butuh banyak waktu buat ngambil tiket ke dersane.

Yah, namanya juga anak asrama yang jarang keluar, jadi kami memutuskan untuk mampir sebentar sembari shalat di POINS. Sayangnya Vada nggak bisa nganterin kami berdua sampai ke sana. Jadi kami turun di dekat Chitos dan naik angkot. Sewaktu turun mau pindah angkot, tiba-tiba ujan yang super deras dan kelihatan nggak normal mengguyur. Dalam hitungan detik, kerudung kami langsung basah kuyup akibat terguyur hujan saat kami lagi lari menyeberang jalan. Lebih parah lagi nggak ada tempat berteduh, jadi kami saling berhimpitan berlindung di bawah pohon gedhe. Parah!!!! Akhirnya setelah beberapa detik menunggu, ada sebuah metromini yang lagi nungguin penumpang di situ, jadilah kami ikut masuk ke metromini itu dengan kerudung basah kuyup.

Awalnya kami mutusin buat langsung balik ke asrama, tapi karena kami belum shalat ashar, akhirnya kami berpikir ulang. Jika kami langsung pulang, pasti nggak sempat shalat dulu, jadilah kami tetap mampir ke POINS. Begitu turun dari metromini, sekali lagi hujan mengguyur dengan dasyatnya. Kami lalu berpikir ulang, nggak mungkin kami keliling POINS dengan kerudung basah kuyup seperti itu. Maka kami pun mencari penjual kerudung sambil menahan dingin yang menghantam begitu memasuki area POINS yang ber-AC.

Begitu kerudungnya udah dapet, kami langsung ngacir ke toilet dan ganti kerudung di sana. Mendinglah kerudungnya kering. Lalu kami mekanjutkan perjalanan kami keliling-keliling sambil nungguin hujan reda. Karena sepatuku basah, akhirnya aku nggak betah dan melepasnya. Jadi aku jalan-jalan dengan telanjang kaki di sepanjang POINS. Untunglah orang Indonesia jarang ngeliat-liat kaki, jadi kayaknya jaranga ada orang yang nyadar kalo aku nggak pake sepatu. Hahahaha…. Tapi gara-gara itu kami berdua ketawa terus sepanjang jalan. Habis mau gimana lagi, daripada masuk angin gara-gara kakinya kedinginan?

Selama hampir satu jam aku jalan-jalan tanpa sepatu. Sampai masuk Giant aja nggak pake sepatu. Maksudnya ke Giant juga mau beli sandal. Tapi akhirnya kami belanja-belanja dulu baru mampir nyari sandal. Awalnya aku mau beli Swallow, tapi mahal buat ukuran swallow, jadinya aku beli sandal beneran.

Bener-bener dah, bikin sensasi banget jalan-jalan di POINS sambil telanjang kaki. Oya, lebih seu lagi, aku ketemu sama personilnya TEAMLO. Kocak banget dah, masa mereka lagi nyari film di POINS, hahahaha…. Mana aku ditegur lagi gara-gara kesandung di depan mereka. Hahaha….

Yah, itulah another crazy day I have spent with Dian. ^^,