Karya Seni

by nuzuli ziadatun ni'mah


Setiap orang pastilah memiliki perasaan dan sifat yang berbeda, bergitu pula dengan seorang seniman. Bagiku sendiri, kata ‘seniman’ itu berarti sangat banyak. Meski banyak orang mengatakan tidak semua orang bisa disebut seniman, tapi menurutku itu sah-sah saja. Orang yang memang sudah menghasilkan sebuah karya seni patut disebut seniman.

Banyak orang yang beranggapan bahwa karya seni itu bisa dinilai, padahal sebenarnya tidak begitu. Mungkin iya, tapi tidak juga. Semua karya seni itu bagus, dan memang anggapan ‘jelek’ untuk sebuah karya seni itu tidak layak untuk disandang. Orang yang sudah membuat sebuah karya seni, jelas ia sudah sangat berusaha, dan ketika berhasil, orang tersebut pasti telah merasa berhasil.

Pada tahap selanjutnya, timbullah penilaian. Katakanlah karya seni itu diikutkan lomba dan ternyata tidak menang. Menurutku, alasannya bukan karena tidak bagus, tapi karena faktor juri lah yang menentukan. Pada dasarnya penilaian pada karya seni hanya pada perasaan saja. Tidak ada puisi, cerita, gambar, pahatan, dsb. yang benar-benar jelek. Setiap orang memiliki sifat dan perasaan yang berbeda, dan itulah yang menyebabkan perbedaan pada penilaian mereka, karena hal yang menurut mereka bagus pun pasti berbeda.

Meskipun karya seni kita tidak dianggap bagus oleh sebagian orang, tapi pasti akan ada yang mengatakan karya itu bagus. Karya seni tidak bisa dinilai dengan angka, tapi tergantung pada pandangan orang saja. Ada orang yang tidak suka pada sebuah novel misalkan, meskipun novel itu sudah menjamur dimana saja—aku pernah mengalaminya—tapi ada juga orang yang suka pada sebuah novel, yang bahkan tidak dilirik oleh orang lain—aku pun pernah mengalaminya.

Jadi, saat kita membuat sebuah karya, jangan menyerah hanya karena ada orang yang mengatakan itu tidak bagus. Tanyakan kekurangannya menurut orang itu, lalu datanglah ke orang lain untuk meminta komentar. Jika belum ada yang mengatakan bagus, janganlah berhenti. Pendapat orang selalu memberi dorongan, dan memang begitulah kenyataannya. Memang benar bukan jika tidak ada orang yang langsung sukses pada awalnya. Jadi, yakinlah jika mereka bisa, kenapa kita tidak.

**sebetulnya kalimat-kalimat itu kutujukan untuk diriku sendiri, =p