Suatu Sore di Mapala SATUBUMI

by nuzuli ziadatun ni'mah


Ini adalah percakapan pendek cewek tanpa pengalaman yang pengen masuk UKM (unit kegiatan mahasiswa) pecinta alam (baca: nuzuli).

Suatu sore yang mendung dengan gerimis kecil, aku berjalan mendekati bangunan ‘terpojok’ BEM, FIAGRA, dan tentu saja SATUBUMI. Bangunan itu menempel satu sama lain, atau lebih enak kalau kukatakan mereka berada di satu bangunan dengan ruangan yang berbeda. BEM berada di lantai 1 sementara FIAGRA dan SATUBUMI berada di lantai bawahnya yang untuk menuju ke sana harus melewati jalan menurun (nggak selebay itu sih sebetulnya). Yah, begitulah intinya.

Dengan sedikit grogi aku mendekati bangunan itu dan menuju SATUBUMI. Bukan hal yang mudah pada awalnya menentukan untuk mendaftar atau tidak mengingat aku yang anak arsitektur ini akan lebih sibuk dibanding kebanyakan jurusan lain di fakultas teknik. Tapi karena rasa penasaran yang sudah terlanjur mencapai batas (^^) akhirnya aku memutuskan untuk mendaftar sore itu.

“Sore Kak,” sapaku pelan ke arah kakak-kakak yang lagi duduk santai sambil main musik di dalam ruangan. Astaga, itu cowok semua isinya.

“Mau ngapain dek?” tanya salah seorang kakak sambil memandangku heran.

“Mau daftar Kak,” jawabku singkat. Ngapain lagi maba ke sana kalau bukan buat daftar.

Tiba-tiba seorang kakak mendekatiku dan berkata, “Yakin mau masuk sini? Ini SATUBUMI lho bukan FIAGRA. FIAGRA di sebelah dek.”

Aku bengong bentar. Apa aku sebegitu nggak ada muka buat jadi anak pecinta alam? Lalu aku berpikir selama beberapa detik, dan langsung nyadar diri. Nggak heran kalau kakaknya nanya kayak gitu. Gimana nggak? Ada cewek pake rok panjang dengan sepatu cewek yang datang ke sana. Kemungkinannya cuma ada tiga: 1. dia salah tempat, 2. dia nggak tau tempat, atau 3. dia gila. Dan rasanya aku masuk kategori yang ketiga.
Jelas saja aku membalas ucapan kakaknya dengan kepedean yang cukup lah. “Iya kok Kak. Ini SATUBUMI kan?! Yaudah, berarti saya nggak salah.”

Kakaknya hanya terus memandangku heran bahkan setelah aku duduk dan mengisi formulir. Sepanjang mengisi formulir pendaftaran, beberapa kali kakak-kakak itu datang dan pergi setelah mengatakan kata-kata seperti:

“Dek, kamu tu medingan masuk FIAGRA aja, nggak udah masuk sini.”

“Yakin Dek mau masuk sini?”

“Nggak salah masuk kan kamu?”

Dan banyak lagi yang aku udah lupa.

Yah, agak sakit hati sih dibilang gitu sama kakaknya. Tapi mau gimana lagi, emang akunya yang salah kostum karena daftar pecinta alam pake baju yang cewek parah. Ahahahahaha… (_ _)”

Untungnya, kakak yang wawancara aku terima-terima aja liat aku pake rok kayak gitu. Hanya saja di ending wawancara, dia juga nggak betah buat nggak nanya ke aku kayak gini, “Dek, kamu tiap hari pake rok terus kayak gitu ya?”

Aku memandangnya beberapa saat dan nahan ketawa. “Nggak kok Kak, tergantung situasi aja,” jawabku singkat.

Buru-buru aku berpamitan. Begitu sudah di luar ruangan aku tertawa tanpa bersuara. Yah, let see what can I do at SATUBUMI. Hehehe ^^