Hadiah Ospek Jurusan

by nuzuli ziadatun ni'mah


Dimulai sejak ospek jurusan beberapa hari lalu, aku terjangkit penyakit musim hujan, batuk+pilek. Padahal sebagai orang yang bisa kukatakan dengan pe-de-nya kalau aku sehat, penyakit semacam itu seharusnya tidak berlangsung lama. Nggak taunya, saat aku menulis ini, pilekku masih belum sembuh benar padahal sudah hari ke 10 (plok plok plok… rekor telah tercipta).

Dimulai dengan kesibukan ospek yang cukup menggila, akhirnya aku sempat lembur beberapa hari, dan lebih parahnya aku sempat lembur di warnet! Sebuah kegilaan yang semoga aja cuma sekali seumur hidup.

Waktu itu ospek hari pertama yang alhamdulillah berhasil tanpa kena marah dari anggota komdis (komisi disiplin). Memang sih udah nggak ada lagi hukuman fisik, tapi kan kalo dimarahin juga nggak mau. Ahahaha…. Nah, untuk tugas hari kedua, kami disuruh bikin makalah yang isinya profil arsitek-arsitek dunia dan lokal. Total semuanya minimal 18 halaman. Jadilah aku kebingungan. Mau gimana lagi, walaupun aku emang anak arsitektur, tapi kan nggak semua arsitek aku tau namanya. Akhirnya aku dan Anis setuju untuk cari data di warnet setelah menyelesaikan tugas kelompok kami masing-masing.

Awalnya kukira kami bakal pulang ke kosan dulu buat ganti baju+mandi+makan, tapi nggak taunya kami langsung ke warnet dengan atribut ospek masih melekat plus bau keringat yang udah mencapai level cukup parah.

Hal yang membuatku stress pada awalnya: semua nama yang dikasih sama pemanduku susaaaaaaaaaaaaaah banget nyari profilnya, sampai muter-muter ke website manapun nggak nemu juga. Akhirnya aku menyerah dan memilih ngambil nama-nama arsitek secara acak. Padahal ada aturan nggak boleh ada yang sama dalam satu kelompok, tapi karena hp-ku mati, akhirnya aku memilih pasrah aja.

Selama berjam-jam ngedit, nge-translate, nyari data, ngelamun, dan mampir-mampir bentar ke blog sendiri, akhirnya semua selesai jam 4.30. Buru-buru kami berdua mindahin data ke flashdisk buat di print. Nggak taunya pas udah hampir di print, aku baru sadar kalau salah satu laporannya nggak kepindah ke flashdisk. Begitu kutanya ke mas yang jaga warnet, katanya udah pasti datanya hilang, dan memang benar begitulah kejadiannya. Aku jelas langsung tambah stress. Itu udah jam 5 dan ospek mulai jam 6. Nggak mungkin aku nyari data lagi plus ngedit. Akhirnya aku pasrah dan kami kembali ke kosan cuma untuk mandi.

Kemalanganku nggak berakhir begitu saja. Laporan kami juga harus dijilid sebelum dikumpulin, dan nggak taunya mika yang udah kubeli hilang entah kemana. Aku tambah stress. Lalu aku memutar otak, nyari apapun yang bisa dipakai dan aku nemu fileku yang udah cukup lusuh. Untunglah yang harus dicover cuma bagian depannya, jadi nggak perlu repot. Tapi karena plastik filenya cukup tebal, pas mau di staples malah nggak bisa, yaudah lah, ntar aja mikirinnya. Kami hanya memandangi laporan kami dan akhirnya memutuskan untuk mandi.

Setelah mandi dan berhasil menenangkan diri, kami pun ke kampus dengan wajah ngantuk yang dipaksakan untuk kelihatan segar. Ahahaha…. Sesampainya di sana aku melihat semua orang membawa laporannya masing-masing lengkap 2 bendel. Aku jadi teringat kembali kalau aku baru kehilangan salah satu laporan nggak sampai sejam sebelumnya. Sudahlah. Paling enak emang pasrah aja. Ah ya, aku akhirnya berhasil ngejilid dengan bantuan temennya Anis. Hehehehe…. ^^

Begitulah, berkat lembur yang menggila itu aku melupakan rutinitas wajib; makan, yang akhirnya membuat badanku memberontak. Di hari kedua itu aku mulai sakit dan pusing luar biasa di siang harinya. Tapi nggak tau kenapa tiap aku mau bilang ke pemanduku aku merasa nggak enak buat bilang kalau aku sakit. Walhasil aku cuma bisa menahan diri sampai ospek hari ke 2 selesai, bahkan sampai malam harinya.

Gitu deh, aku orang yang nggak tau harus bilang apa kalau aku sakit. Ahahaha…. Konyol.