Orang Bilang Aku Nggak Normal

by nuzuli ziadatun ni'mah


Sudah pernahkah aku bilang kalau banyak orang yang bilang aku nggak normal? Jika belum, maka inilah saatnya aku memberitahukan ke-tidak-normal-anku pada kalian semua.

Jika dilihat dari sudut pandang biasa, orang pasti mengira aku orang yang jutek dan nggak bisa ‘didekati’, yang tentu saja aku sudah tahu pasti alasannya, yaitu mukaku yang tidak bersahabat. Karena itulah kukatakan pada kalian, wajah tidak akan dengan mudah mendeskripsikan diriku yang sebenarnya.

Lalu yang kedua, penampilanku. Banyak orang yang mengira aku bukan cewek tomboy yang suka olahraga yang menggila dan suka pakai celana sedikit—serius cuma sedikit—kedodoran. Tapi aku hanya cewek biasa yang sering kali pengen banget kelihatan cewek dengan rok dan pakaian sejenisnya, tapi juga nggak jarang pengen kelihatan biasa dengan celana panjang dan kaos. Bukan berarti aku orang yang tidak punya pendirian, tapi memang bagitulah aku, tidak suka hal yang monoton dan lebih suka menuruti keinginan bawah sadarku. Walau kadang aku tahu penilaian orang terhadapku akan terus berubah, tapi asalkan aku tetap seperti diriku yang biasa, banyak yang akhirnya bisa menerimaku menjadi teman, atau bahkan sahabat.

Yang selanjutnya adalah tentang makanan. Hal yang membuatku mendapat julukan ‘nggak normal’ dari banyak banget orang di sekelilingku.

Pertama, aku nggak suka sesuatu yang pedas, dalam artian menunjukkan indikasi adanya cabai atau biji cabai di dalamnya. Alasan awalnya sangat sepele. Seseorang pernah bilang padaku jika salah satu penyebab usus buntu adalah biji cabai yang masuk ke sana dan membusuk. Alhasil tiap kali makan masakan pedas bercabai, aku selalu menghabiskan sebagian besar waktuku untuk menyingkirkan biji-biji itu di sekeliling piring. Ahahahaha…. Tapi sebenarnya aku juga tau kalau hal itu tidak mutlak seperti itu. Sayangnya otakku udah diset sedemikian rupa sehingga tetap tidak mau menerima biji cabai masuk ke perutku, dan walau aku tidak suka pedas, ada saat-saat dimana aku sangat bisa makan masakan pedas itu. Makanya banyak yang bilang aku nggak normal gara-gara hal itu.

Yang kedua, aku orang yang membenci durian dan mencintai nangka. Di saat semua orang memilih untuk menikmati durian dengan baunya yang lebay, aku hanya duduk diam sambil memikirkan seandainya ada segunung nangka yang bisa kunikmati di depanku. Anehnya, sekeluargaku juga nggak ada yang suka makan durian. Bahkan pernah sekali saudaraku membawakan durian di rumahku dan hanya dibiarkan membusuk di dapur sampai mengeluarkan bau menyengat hingga jarak yang nggak wajar.

Ketiga, aku orang yang sangat anti dengan susu. Entah gimana dan sejak kapan, aku merasa susu itu sesuatu yang nggak bisa masuk ke perutku. Bahkan saking antinya pernah suatu kali teman-teman sekelasku memaksaku minum susu walau hanya setetes. Sampai-sampai hal itu terus menerus diungkit karena aku hanya berhasil minum seteguk aja. Aku juga pernah terpaksa minum susu kedelai saat harus menginap di rumah saudaraku. Kan nggak mungkin aku menolak untuk minum. Akhirnya aku minum dalam sekali tegukan sambil menahan nafas. Detik berikutnya aku langsung menenggak segelas air putih untuk menghilangkan efek rasa susu di lidah. =__= (bahkan susu imitasi pun aku nggak mau)

Lalu, aku ini pecinta dark chocolate. Di saat semua chocolate di pasaran berbau susu dan terlalu manis, aku memilih untuk membeli dark chocolate yang nggak terlalu manis dan justru mendekati pahit. Rasanya dibanding chocolate yang lain dark chocolate lebih bisa disebut chocolate. Ya kan?? *nggak tau nanya ke siapa*

Yang kelima karena aku nggak suka yang namanya keju. Seperti halnya makanan-makanan di atas, aku juga orang yang nggak suka keju, makanan yang dicintai banyak orang di sekitarku. Aku heran, bagaimana bisa rasa yang aneh itu bisa disukai oleh banyak orang dan bagaimana bisa aku menganggap rasa keju itu aneh. Mungkin karena pada dasarnya aku nggak suka susu, jadi semua hal yang berhubungan dengannya nggak kusukai. Yeah, maybe….

Bisa kukatakan masih banyak hal lain yang tidak biasa dariku, yang semakin diketahui banyak orang semakin banyak pula orang yang bilang aku nggak normal. Tapi mau bagaimana lagi, aku suka menjadi diriku sendiri dengan segala keanehan yang kumiliki. Dengan semua sifatku yang datang dan pergi dalam sekejap mata.

Dari banyak hal yang kutulis di atas, kayaknya ini masih jauh dari selesai deh. Jadi jika suatu saat kalian menemukan sesuatu yang tidak biasa dan tidak normal dariku, berarti kalian sudah menemukan hal lain selain yang kutulis ini. Ahahaha…. Karenanya, mohon bantuannya ya untuk menerimaku sebagai orang biasa di lingkungan yang semoga saja tidak biasa—dalam arti yang baik. ^^