Timeline

by nuzuli ziadatun ni'mah


Kadang aku merasa waktu itu berjalan terlalu cepat dari yang seharusnya. Tapi setiap kali aku memikirkan hal itu selalu saja terpikir pula bahwa ternyata sudah banyak hal yang kulakukan di waktu yang terasa cepat itu. Walaupun begitu, rasanya semuanya tetap seperti film yang hanya bisa sangat dinikmati di saat itu aja, bukannya sesuatu yang bisa selalu diputar kembali dalam pikiran sesuai keinginan kita.

Sebenarnya, alasan utama aku bikin postingan ini karena itu tadi, aku merasa waktu seminggu yang kumiliki terlalu cepat berlalu. Bahkan di sore hari setiap harinya aku selalu berusaha untuk mengingat kembali hal-hal yang sudah kulakukan selama seharian, dan untuk mengingat semuanya, ternyata butuh usaha keras. Sekarang pun saat aku menulis ini, aku masih tidak begitu yakin dengan apa yang akan kujabarkan di bawah ini.

Beginilah kegiatanku selama seminggu setiap minggunya:

Senin                  : kuliah, gambar, ngerjain PR buat hari selasa, ngetik bentar, tidur

Selasa     : kuliah, gambar, sketsa, ngetik, tidur

Rabu                  : ngerjain PR TKAD, gambar, gambar, gambar, dan gambar, ngetik, tidur (?)

Kamis     : kuliah, gambar, gambar, main ke satub, ngetik, tidur

Jumat    : kuliah, gambar, rapat, gambar, gambar, tidur (?)

Sabtu                  : TKAD (gambar dan gambar lagi), ngerjain tugas, main-main bentar, tidur

Ahad                  : gambar, gambar, tidur-tiduran, main, gambar, ngetik, tidur

Bisa dilihat bukan, tiada hari tanpa menggambar, bahkan melepas pensil dari tangan pun tidak. Tidur pun bukan sesuatu yang dengan mudahnya kulakukan seperti halnya saat liburan dulu, karena selalu saja ada hal yang membuatku memperhitungkan untung-rugi kalau aku tidur. Yah, memang tidak sepenuhnya karena aku ingin mengerjakan tugas, seperti saat aku menulis ini. Tapi bagiku yang sekarang, tidur itu menjadi sebuah ‘harta’ yang langka yang rasanya nggak asik kalo dilakukan setiap hari. Bahkan makan pun rasanya aku sudah mulai melupakannya.

Jika dilihat lebih detail lagi, sebenarnya hidupku tidak semembosankan itu. Hanya saja dengan adanya jadwal kuliah, ada kalanya aku merasa semuanya terlalu monoton, meski selalu ada hal berbeda tiap harinya yang bisa kuceritakan pada kalian. Yang sekarang kukhawatirkan hanya satu; gimana jika suatu hari tubuhku tidak mau menerima ke-keras-kepala-anku untuk tidak makan dan menjalani hidup seperti orang normal lainnya?