Father Day

by nuzuli ziadatun ni'mah


Suatu hari aku pernah bertanya-tanya dalam hati, jika ada hari ibu, apakah ada hari ayah?? Lalu dalam perjalanan hidupku itu akhirnya aku tahu kalau tidak ada sesuatu yang seperti itu di Indonesia. Di sini kita hanya mengenal hari Ibu, yang mana selalu menjadi hari yang diusahakan untuk menjadi hari paling santai dan paling menyenangkan untuk setiap ibu yang ada. Namun suatu hari juga aku mendapati bahwa justru di Jepang tidak ada hari Ibu, dan yang ada hanyalah hari Ayah. Sebuah perayaan yang tidak pernah dirasakan semua ayah di Indonesia.

Yah, tulisan di atas hanyalah preface dari apa yang ingin kubahas sekarang. Setiap anak pasti sangat ingin melampaui ayahnya, dan anehnya seorang ayah pun selalu ingin anaknya melebihinya. Rasanya ayah orang yang paling mengerti pemikiran kita, yang tahu semua keinginan kita, dan selalu tahu bagaimana perasaan kita sebagai anak. Hanya saja, biasanya seorang ayah tidak mengungkapkan hal itu di depan kita. Walau perasaan seperti itu ada, tapi itu hanya diungkapkan saat kita membutuhkan arahan atau pencerahan (ahahaha…).

Lalu saat tanpa sengaja aku melihat gambar ini, rasanya aku ingin segera pulang dan mengatakan hal yang sama. Sayangnya, ayahku bukan orang yang bisa melakukan hal seperti itu. Bahkan pernah suatu kali aku berbicara pada ayah dengan bahasa krama dan komentar ayahku, ‘Kamu ngomong apa sih?’ (_ _)’ Alhasil sampai sekarang aku jarang sekali berbicara dengan bahasa krama. Yah, bukannya aku nggak tahu sopan santun, tapi bahkan ayahku pun lebih suka aku berbicara dengan bahasa yang terlalu formal.

Ah, jika dilihat terus menerus, gambar itu menghipnotis. Seakan mengungkapkan dengan sungguh-sungguh bagaimana perasaan seorang ayah yang mendapat ucapan sayang dari anak-anaknya. Dan aku merasa beruntung karena hingga detik ini ayahku masih ada bersamaku. Yang karenanya pula, aku ingin memberikan FATHER DAY untuknya setiap harinya. ^^