Indah = Sederhana

by nuzuli ziadatun ni'mah


Di kuliahku, ada sebuah mata kuliah yang selalu membuatku memutar otak terlalu berlebihan padahal kata orang-orang itu hal yang sederhana. Nama mata kuliahnya pun sederhana; estetika dasar. Tapi tetap saja, aku selalu merasa salah dengan semua tugas yang kukerjakan untuk mata kuliah ini. Hingga akhirnya, aku pun mengalihkan perhatian ke hal-hal lain yang menurutku sendiri indah.

Aku selalu berpikir jika sebuah keindahan itu bukan sesuatu yang bisa dinilai dan dianggap benar. Aku juga tidak pernah memikirkan apakah sesuatu yang kubuat itu akan dianggap indah oleh seseorang atau sekelompok orang. Asalkan aku merasa senang saat melihatnya, aku merasa itulah ’keindahan’ yang kuharapkan. Selain itu, ada kalanya aku menyadari bahwa nilai keindahan yang menurutku benar itu selalu berubah-ubah sesuai dengan kemampuan yang kudapat. Bahkan suatu hari aku pernah menemukan sebuah gambar yang dulunya sangat kusukai yang pada saat itu aku merasa gambar itu sangatlah buruk, jauh dari apa yang bisa kusebut indah.

Tapi saat aku memikirkannya lagi, benar apa yang dikatakan orang; kalau sesuatu yang indah itu datang dari sebuah kesederhanaan. Aku pun baru menyadari jika aku lebih sering memerhatikan hal-hal sepele di sekitarku dibandingkan memerhatikan hal yang terlalu rumit. Aku juga lebih sering bisa menangkap sesuatu yang jarang dilihat dan diperhatikan orang. Bahkan, aku selalu bisa mengenali orang hanya dari cara jalannya, yang oleh orang lain dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

Hal-hal seperti berikut ini lah salah satu yang kuanggap sederhana dan indah itu….

ini foto percikan bara api dari api unggun, taken by Hendro Prasetyo

Biasa mungkin untuk beberapa orang, tapi itu hal yang nggak biasa untukku….