Sudahkah Aku Tumbuh Dewasa?

by nuzuli ziadatun ni'mah


Aku pernah menulis sebuah postingan yang mengatakan jika dunia ini milik anak-anak (lihat di sini dan di sini), dan kini aku merasa hal itu menjadi sesuatu yang kupikirkan semakin dalam. Terlebih setelah aku kupikir ulang, meski rasanya sekarang aku sudah cukup berpikir maju, tapi pemikiran untuk terus bermain itu selalu ada. Aku bukannya nggak ingin berpikir lebih dewasa, tapi keinginan untuk terus menjadi anak-anak itu masih terasa sangat menyenangkan. Yah, mungkin karena lingkunganku sekarang yang memaksaku untuk tetap menjaga ‘kewarasan’ku dengan tetap melakukan ‘kegilaan-kegilaan’.

Sekarang ini, setelah aku masuk ke arsitektur UGM, aku merasa kekanak-kanakan itu akan terus kusandang sebagai sesuatu yang memang seharusnya ada pada diriku. Padahal kukira setelah lulus dari SMA dengan segala ke-bocah-an yang telah mencapai level ‘parah’, setidaknya sifat ke-bocah-an itu akan sedikit berkurang. Tapi sayang sekali—atau malah bisa kukatakan aku beruntung, karena hal itu justru menjadi sebuah ‘kebutuhan’ mendasar sebagai warga arsitektur. Dengan banyaknya hal yang kami lakukan di kampus beserta tugas-tugasnya yang kata orang-orang akan semakin berat dari tahun ke tahun, hal yang kekanak-kanakan itu menjadi sesuatu yang sangat wajar di sana. Bahkan bisa dikatakan, orang arsitektur yang normal itu adalah orang yang abnormal, dan justru kalo ada orang yang masih normal, dia lah yang abnormal.

Memang benar sih jika dipikirkan ulang; anak arsitektur itu harus memiliki imajinasi yang lebay dan nggak terbatas. Rasanya itu menjadi hal yang sangat mutlak, mengingat kami akan terus terusan dituntut untuk mencari sesuatu yang baru dalam waktu singkat. Makanya, jika kami tidak mengembangkan imajinasi dengan tetap menjadi anak-anak, rasanya ‘sesuatu’ itu tidak akan muncul atau hanya muncul tanpa kesempurnaan.

Hanya saja meski telah menempuh jalan yang cukup panjang, timbul pertanyaan besar dalam diriku; sudahkan aku tumbuh dewasa?

Dan ironisnya, aku bahkan tidak tahu apakah aku mengharapkan itu atau tidak.