My Family

by nuzuli ziadatun ni'mah


Sebenarnya jika aku harus menceritakan lengkap tentang mereka, akan butuh banyak postingan untuk itu. Ahahaha…. Begini, dulu saat masih kecil aku pernah sangat tidak menginginkan memiliki saudara yang nggak mau ngalah seperti kakakku dan adik yang sangat manja seperti adikku. Aku benar-benar mengalami yang namanya sindrom anak tengahan, yang iri banget sama kakak dan adikku. Bisa dibilang dulu aku bisa jadi bolang dan bertualang kemana pun adalah karena rasa

Akhirnya!! Ini adalah postingan ke 100 di blog ini, dan untuk itu aku akan menceritakan tentang kedua saudaraku. Sebelumnya aku pernah menuliskan tentang ayahku dan ibuku, hanya saja aku belum berkesempatan menuliskan tentang kakak laki-laki dan adik perempuanku. Karena itu, inilah saatnya. frustasiku menjadi anak tengahan yang nggak dimanja seperti halnya adikku dan kakakku. Tapi sekarang aku jadi merasa bersyukur aku bisa melampiaskan masa kecilku dengan semenyenangkan itu. Ahahaha….

Seperti yang sudah kukatakan, itu pemikiranku dulu. Dan sekarang? Jika ditanya demikian, rasanya aku adalah satu dari beberapa anak cewek yang merasa sangat beruntung menjadi anak tengahan dengan seorang kakak laki-laki dan adik perempuan. Aku sering mendengar curhatan teman-temanku yang ingin punya saudara sepertiku. Dan walaupun dulu aku nggak pernah merasa itu menguntungkan, tapi lama kelamaan memiliki mereka benar-benar bukan hal yang buruk.

Aku selalu menginginkan memiliki sebuah keluarga yang ‘kreatif’ dengan masing-masing dari kami yang berbeda. Dan benar saja, hal itu terwujud. Kakakku kini masuk ke jurusan biologi dan sangat terobsesi pada hewan. Dia memang bukan orang yang sangat cemerlang, tapi untuk masalah keorganisasian, dia pantas mendapat acungan jempol. Oya, karena kecintaannya pada hewan pula, sekarang ia sangat menikmati ‘bermain’ dengan kamera. Jadi kini aku bisa yakin, aku sudah menemukan ‘guru’ fotografi yang sangat dekat denganku. Ditambah lagi, ia orang yang akan dengan mudah bersedia menjemputku di kampus, kapanpun aku mau. Ahahaha…. Hanya saja, dia orang yang bisa mengendarai motor dengan sangat brutal. Saat pertama kali aku membonceng, aku benar-benar kaget karena di tengah jalan dia tidur dengan pulasnya, yang berakhir dengan hampir nabrak kucing yang nyeberang jalan. -____-

Sedangkan adikku? Yah, ia adalah anak yang juga menyukai organisasi, sama dengan kakakku. Nggak tanggung-tanggung, bahkan ia berani menjabat menjadi ketua di beberapa organisasi di sekolahnya. Aku pernah berkata padanya tentang keinginanku punya keluarga yang ‘kreatif’, dan rasanya ia juga menginginkan hal yang sama. Dan walaupun ia menyukai seni, tapi adikku lebih menyukai programming dan rasanya ia akan berkutat di dalamnya lebih dalam. Kami sering membagi pengetahuan kami bersama. Bahkan aku ingin belajar bermain gitar karena dulu dia bisa memainkannya lebih dulu.

Begitulah, kami bertiga adalah orang yang menyukai seni, namun dengan taraf yang berbeda pada setiap jenisnya. Kami bertiga juga orang yang sangat menyukai alam. Dan jika kalian bertanya dari mana kami mendapatkannya, itu adalah karena ayahku. Yang walaupun ‘hanya seorang guru agama’, tapi pengetahuannya sangat luas. Melebihi kadar pengetahuan seorang guru agama biasa. Ayah lah yang mengajari kami banyak hal.

Dan, sebuah catatan yang aneh; ayahku orang yang sangat maklum jika kami lebih sering berada di luar rumah. Yah, seperti yang kukatakan itu hanyalah satu dari banyak hal yang membuatku mengagumi keluargaku sendiri.

Note: sama halnya dengan semua anak di luar sana, aku sangat terobsesi untuk melampaui ayahku. ^^