Death End

by nuzuli ziadatun ni'mah


Sejak aku menulis di blog ini, belum pernah sekalipun aku menulis tentang hp pink-ku yang super jadul tapi berharga.

Ya, berawal dari aku kehilangan hp pertamaku (baca di sini), akhirnya aku memutuskan untuk membeli hp biasa yang persentase bakal kecuriannya mendekati nol. Alhasil aku mendapatkan sebuah hp pink yang cuma bisa nelpon dan sms—plus main snake. Ahahahaha…. Dan sebetulnya sekarang aku cuma ingin menceritakan bagaimana aku kehilangan si hp kesayangan itu.

Begini ceritanya….

Berawal dari keinginan saya untuk mengerjakan tugas di kampus tercinta, akhirnya saya memutuskan untuk menginap. Tapi ternyata nggak ada seorang pun di kampus, sungguh pemandangan yang nggak biasa. Jadi akhirnya saya sms kakak saya minta jemput. Untungnya dia juga baru akan pulang, jadi sekalian jemput saya di kampus. Nggak berapa lama kemudian dia datang, dan kami pun pulang.

Saat itu kami sudah setengah jalan pulang, dan seperti biasanya saya naruh hp di saku kanan. Tiba-tiba saja, saat motor lagi speeding, terdengar bunyi keras benda terjatuh. Saya langsung sadar itu hp saya, dan minta kakak saya buat berhenti. Tentu saja dengan segera saya berlari mendekati si hp yang sudah termutilasi menjadi pecahan-pecahan ‘onderdil’.

Namun sayang sekali, saat jarak kami hanya tinggal 5 meter tiba-tiba ada mobil dari arah depan yang juga lagi speeding. Tentu saja si mobil berhasil meremukkan hp pink rentan itu dalam sekali libasan. Saya hanya bisa memandanginya. Begitu diambil bentuk hpnya sudah nggak karuan. Layarnya pecah parah banget, baterainya juga terbelah dan yang selamat hanya si kartu IM3 yang sudah saya miliki selama 4 tahun. Saya juga baru menyadari hp itu sudah di tanganku selama 2,5 tahun.

Sayang sekali, karena memang sesuatu baru terasa sangat berarti saat dia sudah pergi

Apalagi setelah kuingat kembali ada banyak hal yang sudah terjadi bersama si hp bermasalah itu. Di dalamnya juga ada sesuatu yang saya buat dengan sepenuh hati. Sayang sekali.

Dan lebih ironis lagi, saya juga baru ingat bahwa tepat seminggu sebelumnya kaki saya juga terlindas mobil. T___T