Winning and Losing

by nuzuli ziadatun ni'mah


Bukan hal yang mudah mengakui kekalahan, semua orang tau itu. Apalagi jika kita tahu bahwa sebenarnya semua hanya terpisah lapisan setipis plastik, tapi tidak bisa meraihnya, seperti berusaha meraba pantulan diri di cermin. Ini gila, merasa sangat kalah padahal harusnya bisa bertahan. Kekalahan itu terkadang sangat hebat hingga membuat kita sangat putus asa, hingga tak tahu apalagi yang bisa dilakukan.

takdir itu seperti memilih satu dari jutaan bintang di langit malam

 

Tapi aku, entah gila atau bagaimana, sekarang merasa sangat bersyukur sebagaimana rupa atas kekalahan itu. Itu mungkin kekalahan bagiku dan kemenangan bagi orang lain dalam konteks yang sama. Tapi dalam hal yang berbeda, itu kemenanganku dan kekalahan orang lain. Selalu demikian di semua hal.

Ada jutaan takdir di luar sana yang entah kita pilih, atau justru takdir itu yang memilih kita.

Setiap saat selalu ada yang memilih dan terpilih. Dan itu tidak membuatku khawatir sekarang. Aku sudah berusaha membiarkan takdir memilihku, tapi itu bukan berarti tidak melakukan apapun dan hanya menunggu. Semua orang berusaha mencapai takdir mereka sendiri atau membuat takdir merasa tertarik padanya dan memilihnya. Itulah yang terjadi di sekeliling kita selama ini. Ada banyak hal yang bahkan tidak pernah kita pikirkan sebelumnya, itu takdir. Yang selalu tidak pernah bisa ditebak dan terlalu diharapkan. Tapi karena itu pulalah kita berusaha.

Tenang saja, ada banyak kok takdir yang bisa diubah. Takdir itu berbeda di setiap detik. Jadi jangan merasa putus asa jika kita akan mengalaminya terus menerus, semua berubah bahkan di saat kita tidak menyadarinya.

Yang kita perlukan hanya berusaha sedikit lebih keras, menerima lebih ikhlas, dan lebih percaya pada diri sendiri.

Dengan bagitu, semua kekalahan yang selama ini kita rasakan akan berubah menjadi sebuah kemenangan besar