Just Imagine

by nuzuli ziadatun ni'mah


Baru saja saya menyadari, jika saya merasa saya bukan orang yang jujur pada diri saya sendiri.

Senang, tapi hati saya serasa ingin menangis. Pasrah, tapi sebenarnya saya ingin marah. Diam, tapi rasanya saya ingin berteriak sekencang-kencangnya.

Mungkin benar, seandainya ada orang yang bisa menjadi tongkat untuk saya berdiri. Yang bisa menopang saya saat saya terlalu lemah untuk berjalan. Yang bisa menjadi senjata saya saat harus menembus semak berduri. Yang bisa membuat saya selalu bisa jujur pada diri sendiri. Yang selalu bisa mengingatkan saya pada hal-hal yang menyenangkan. Yang selalu bisa membuat saya bisa menangis di saat saya sedih, tertawa bahagia di saat saya senang, berteriak keras saat saya merasa kesal, dan membuat saya mengatakan isi hati saya tanpa menambah atau menguranginya.

Mungkin jika saya mau jujur, sebenarnya saya memang membutuhkan orang yang seperti itu. Maybe I was liying, when I said I don’t need a boyfriend, just to protect myself from any danger out there. It was maybe totally a lie. And see, my heart actually said that I need it.

Seandainya kau tahu ku tak ingin kau pergi

Meninggalkanku sendiri bersama bayanganmu

Seandainya kau tahu ku ‘kan selalu cinta

Jangan kau lupakan kenangan kita s’lama ini

Song by Vierra

Seperti halnya lagu itu, entah mengapa saya tiba-tiba menyukainya. Mungkin karena setiap kali saya menyanyikannya saya langsung ingat pada seseorang. Haha…. Yah, mungkin jika saya mau jujur saya akan merasa bahagia. Hanya sebuah pembenaran dari apa yang selama ini saya pikirkan sebenarnya. Bahwa kadang apa yang saya ucapkan sebenarnya berkebalikan dengan apa yang saya inginkan.

Dan selama ini hanya senyum yang bisa saya lakukan untuk menyembunyikan segalanya