Oh, It’s ‘O’

by nuzuli ziadatun ni'mah


Golongan darah saya: O

Banyak orang yang mendebatkan tentang golongan darah dan memang rasanya itu nggak pernah berhenti. Berawal dari hari ini, saat saya duduk sendirian di tedjo, akhirnya ada juga orang yang datang dan melakukan hal yang sama dengan saya; duduk di depan laptop. Semakin lama orang-orang pun semakin banyak dan akhirnya kami berubah menjadi kerumunan.

Lalu salah seorang kakak angkatan saya tiba-tiba membacakan karakter golongan darah di depan temannya. Dan saya pun tertarik untuk mendengarkan dengan membandingkannya dengan diri saya sendiri. Awalnya saya mencari dulu datanya, dan setelah datang ke banyak web saya baru tahu ternyata semua orang mengepost artikel yang sama. =____=

Walhasil akhirnya saya memutuskan untuk membahas postingan tersebut, tapi hanya golongan darah yang berhubungan dengan saya, yaitu O.

tabel ilmiah golongan darah

1. Orang yang bergolongan darah O, mereka ini biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut.

Hm, rasanya saya nggak bisa berkomentar banyak soal yang ini. Tapi saya memang tidak suka ada perpecahan di dalam perpecahan. Mengingat sebuah kelompok itu sudah merupakan perpecahan, dan misalnya saya harus ada di sana saya akan memilih untuk tidak ada lagi perpecahan yang lebih banyak.

Yah, saya nggak bisa bicara banyak. Mungkin orang lain bisa menambahkannya.

2. Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksanakan sesuatu dengan tenang. Mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat (tempat mengadu).

Untuk yang ini saya merasa sangat ‘iya’. Saya orang yang lebih memilih untuk menyimpan masalah saya sampai batas yang saya tentukan sendiri. Yah, karena saya selalu menganggap bahwa orang lain juga mungkin memiliki masalah mereka sendiri, dan jika saya mengungkapkan masalah saya bukankah saya mengganggu orang lain?

3. Mereka biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.

You think so? Mungkin, sepertinya saya orang yang mendekati itu. Walaupun tidak selalu.

4. Mereka biasanya di cintai oleh semua orang, “loved by all”. Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.

Nah, untuk yang ini saya lebih meng’iya’kan kalimat kedua. Saya orang yang suka mendebat orang lain. Dan saat mendengar pendapat orang lain akan secara otomatis memikirkannya, lalu bisa saja saya membantah atau mendukungnya. Saya ingat, saat saya masih SMA dulu saya sering kepikiran tentang debat bahasa Indonesia di kelas saya, yang kalau saya belum benar-benar kalah saya nggak akan menyerah untuk terus mendebat. Bahkan kadang kala saat pelajaran sudah selesai saya masih tetap terus membahasnya. Hahaha….

5. Di lain pihak, mereka sangat fleksibel dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru.

Dan untuk poin ini saya juga meng’iya’kan. Karena saya memang orang yang mudah menerima hal-hal baru. Bahkan level ‘menerima’ saya kadang terlalu ‘sudahlah’. (ngerti nggak maksudnya?) Untuk berada di lingkungan baru pun saya biasa-biasa aja, dan cukup mudah akrab dengan orang, karena prinsip saya yang sederhana:

tersenyumlah, dan kita akan mengenal semua orang dengan mudah

Begitulah, jadi saya selalu santai aja jika harus berada di lingkungan baru, walau memang rasa takut itu ada.

6. Mereka cenderung mudah dipengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat dari TV.

Saya sebenarnya orang yang mudah termakan iklan lho. Baru baru ini saja saya langsung pengen MAGNUM setelah nonton iklannya di TV. Dan ironisnya setelah sebulan lebih saya nonton itu saya belum juga menemukan si MAGNUM di pasaran. T____T

7. Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini di cintai.

Dan, dari semua poin yang ada saya paling suka poin ke tujuh kalimat kedua. Kenapa? Tentu saja karena saya merasa hal itu sangat benar. Semua orang di sekitar saya selalu mencintai saya dan tidak pernah ragu untuk membantu saya. Padahal tak jarang saya melakukan kesalahan besar dan menyinggung mereka, tapi mereka tetap terus mencintai saya.

teman-teman arsi

teman-teman osjur

teman-teman satub

teman-teman SMA

Dan masih banyak lagi teman-teman saya yang nggak mungkin saya sebutin di sini. Makanya saya selalu berterimakasih dimanapun Allah menempatkan saya. ^^