Inspiring People

by nuzuli ziadatun ni'mah


Mencari inspirasi itu mudah.

Karena bagi saya, inspirasi bisa datang dari mana saja. Dari alam sekitar saya, dari diri saya sendiri, dari apapun yang mungkin bagi orang tidak bermakna, dan dari orang-orang di sekitar saya.

Walau demikian, sepertinya mencari motivasi tidaklah semudah itu. Kakak angkatan saya, Hendro Prasetyo, pernah bilang, carilah motivasi yang menurut kalian cukup besar untuk menopang impian kalian. Itu kata-kata yang selalu saya ingat. Mengingat waktu itu saya juga belum yakin dengan motivasi saya sendiri. Hingga akhirnya saya merasa yakin dengan motivasi saya, seperti yang sudah pernah saya katakan di sini.

Sedangkan inspirasi? Well, itu bisa selalu berganti, dan rasanya memang harusnya begitu.

Sebenarnya tanpa disadari inspirasi itu bukan sesuatu untuk dicari. Itu selalu datang dengan atau tanpa kita sadari. Kita tidak harus membuka majalah, membaca begitu banyak buku, menonton berbagai film, atau hal-hal semacam itu. Sering kali hanya dengan membuka jendela kamar, kita akan dengan mudahnya menemukan inspirasi itu.

Saya misalnya.

Saya begitu suka menulis. Sangat suka hingga ada begitu banyak cerpen dan novel di laptop saya, yang sayangnya belum banyak yang saya publikasikan.

Dan dari begitu banyak cerpen dan novel yang saya punya, inspirasinya benar-benar hanya dari sekitar saya. Saat saya duduk diam sambil melihat pepohonan, berdiam diri sambil menatap hujan, mendengarkan cerita dari orang-orang sekitar, atau saat saya mengalami sendiri hal-hal yang inspiratif itu.

Terlebih lagi, saya orang yang suka memerhatikan orang lain. Karena dengan itu saya selalu bisa menemukan hal menarik dari mereka, yang juga selalu membuat saya kagum dengannya.

Seperti halnya saudara saya.

Mungkin beberapa teman saya pernah mendengar jika seorang saudara saya menderita leukemia. Dan seharusnya ia sudah sembuh sekarang. Tapi pada terapi pertama, di minggu terakhir rawat jalan-nya, dokter mengatakan sel kankernya masih belum hilang sepenuhnya. Dan setelah 100 minggu lebih perawatan, ia harus mengulangnya kembali dari awal.

Saya mengaguminya. Karena ia begitu kuat, dan bahkan mau melakukan rangkaian terapi menyakitkan itu sekali lagi. Dia pun walau dengan kekurangannya itu, tak pernah sekalipun ia berpikir untuk berhenti dari sekolahnya. Ia seorang juara sekolah, jika kalian ingin tahu. Bahkan ia menyempatkan diri mengikuti olimpiade tingkat SMP di tengah-tengah rawat jalannya. Dan sayangnya ia harus mengurungkan niatnya untuk berkompetisi di tingkat propinsi karena harus menjalani terapi itu.

Dia, adalah orang yang pernah membuat saya berpikir untuk menjadi seorang dokter, sebelum akhirnya saya memutuskan untuk masuk arsitektur. Mungkin saya terlihat tidak setia dengan arsitektur. Tapi keinginan itu saya akui masih ada sampai sekarang. Walau saya masih tidak yakin, apakah itu hanya keinginan sesaat atau benar-benar keinginan saya.

Saya masih tidak tahu.

Dan sebenarnya saya sering merasa malu dengan diri saya sendiri. Saya tidak sekuat itu, tidak se-pekerja-keras itu, dan tidak sangat bersyukur karena saya begitu sehat dan mampu melakukan keinginan-keinginan saya.

Tapi saya pun senang. Allah selalu memberikan saya gambaran nyata yang sedikit demi sedikit membuat saya tersadar akan sekitar saya.

Begitu banyak orang yang menginspirasi hidup saya. Begitu banyak hal-hal dari mereka yang bisa membuat saya terus merasa bersyukur dan kagum akan mereka. Bahkan banyak dari mereka yang membuat saya merasa kecil.

Belajar bisa di mana saja.

Dan dengan memerhatikan orang lain kita juga belajar dari mereka. Belajar menghargai, belajar mengagumi, dan yang paling penting belajar untuk rendah hati.

Jadi teman, apakah orang-orang di sekitar kamu menginspirasi?🙂