A Sudden and Late Reunion

by nuzuli ziadatun ni'mah


Sabtu, 6 Juli 2011.

Itu bukan suatu tanggal yang istimewa sebenarnya. Tapi peristiwa yang terjadi hari itu menjadikannya istimewa.

Setelah benar-benar tanpa persiapan apapun dan uang saku seadanya, saya memutuskan untuk ikut reunian ke Jakarta dan jam 6 pagi langsung meluncur ke stasiun. Padahal tiket juga belum dibeli dan misalnya saya nggak dapet tiket waktu itu, sepertinya saya memang nggak akan kesana.

Tapi untunglah saya mendapat tiket kereta Fajar Utama yang memang tinggal beberapa kursi lagi yang tersisa karena saya pun mendapat gerbong terakhir. Maka dengan barang bawaan seadanya saya pun naik kereta itu menuju tempat yang sangat saya rindukan selama setahun terakhir.

Sebenarnya itu bukan reunian yang benar-benar wajib, namun bagaimana pun saya ingin ikut karena waktu itu waktu yang memang sangat tepat. Di sepanjang jalan saya tak hentinya merasa heran sendiri, karena menyadari sepertinya saya melakukan hal yang nggak wajar. Karena ya, tak ada anggota keluargaku yang tahu aku akan ke sana. Hanya orang-orang di Satub yang tahu tentang hal itu.

Pukul 16.30 kereta baru sampai di Stasiun Senen, terlambat setengah jam dari jadwal yang seharusnya. Maka karena mengejar waktu berbuka puasa, saya langsung berjalan ke luar stasiun dan mencari halte terdekat yang berjarak beberapa menit dari stasiun. Rasanya aneh, berjalan sendiri di kota orang tanpa tahu akses kemana pun seperti itu. Namun untunglah saya segera menemukan halte terdekat dan tentu saja langsung ke sana.

Tepat pukul 18.00 saya akhirnya sampai di tempat kami berencana berkumpul, di PIM, dengan hp mati dan ada begitu banyak orang di sana. Dan bayangkan. setelah setengah jam berputar-putar mencari sosok mereka akhirnya saya temukan juga gerombolan mereka yang membuat saya rela jauh-jauh hanya demi reunian itu…. Hehehehehe…

Dan inilah foto-fotonya…😀

dari kiri ke kanan, atas: mastah, azza, heidy, abi, saya, rizka, rayan, bawah: dania, agha, vada, milla, arlan