Wiswakharman on Vacation

by nuzuli ziadatun ni'mah


Wah, akhirnya sebuah postingan lagi setelah sekian lama. Yah, jika sebelum ini saya heboh dengan banyak postingan berupa cerpen dan dongeng, maka cerita yang ini adalah cerita sungguhan. Pernah kami alami dan amat sangat menyenangkan. Dan beginilah kronologinya….

Berawal dari ajakan seorang senior untuk naik gunung, akhirnya saya pun mengiyakan karena memang itu hal yang menurut saya amat sangat menyenangkan. Dan maka, kamipun membuat poster untuk mencari orang yang ingin ikut pendakian itu juga (posternya keren lho).

Nah, tapi… banyak banget orang yang mau ikut, tapi nggak dateng technical meeting. Dan kami pun bingung, karena nggak tau lagi gimana cara ngasih tau mereka kebutuhan-kebutuhan yang mesti dibawa. Alhasil, kami memutuskan untuk biarlah seperti itu saja. Repot kalo mesti ngejar-ngejar orang yang mau ikut, padahal mereka nggak mau ikut dateng TM.

Dan di hari keberangkatan, kami pun bersiap dengan pasukan yang lebih ‘pasti’. Oya, di pagi hari sebelum keberangkatan saya sempat ditilang! gara-gara nggak pake helm pas lewat lampu merah selokan mataram! Dan saya jadi telat ngumpu. Hiks, sedih….

ini sebelum keberangkatan, masih ceria dan bersih

Yang berangkat dari kampus hanya ber-7 ini, sementara yang lain ada yang dari stasiun dan ada pula yang menyusul kemudian dengan naik motor. Keren kan ya fotonya…. Hehe….

Kami naik angkutan umum untuk menuju basecamp. Naik kereta dari Lempuyangan, trus naik bus, terus naik angkot. Oya, kan di bus tu enak banget buat tidur, maka tidurlah saya di dalam bus selama perjalanan ke terminal terakhir. Nggak tahunya busnya cepet banget sampenya, dan saya hampir ditinggal. =__=

Sampai di basecamp kita langsung cari rumah makan, maklum gara-gara ngurus tilang-menilang itu saya jadi nggak punya waktu buat makan. Jadi langsung packing dan berangkat. Makanya pas sampe di basecamp saya jadi laper berat.

Akhirnya setelah shalat ‘asyar kami baru berangkat naik. Dan itu pertama kali saya naik bawa barang naik gunung lengkap, yang kalo saya hilang sendirian isi carrier saya masih bisa mensejahterakan saya. Mana saya kan jalannya lambat, jadinya dengan beban yang lebih berat makin lama pula saya jalannya.

ini di pos 1, pose saya aneh >,<

Bisa dilihat kan saya yang paling kiri. Muka kami memang masih ceria, tapi udah lumayan capek yah…. Selama perjalanan ke pos 1 inilah yang menurut saya jalannya lumayan bikin pegel. Yang ke pos 2 pun sama aja kayak gitu.

ini pos 2, udah malem pas kita sampai sana

ini pos 3, kami di dalam shelter

Nah, enaknya lewat jalur Cemoro Kandang tuh setiap posnya ada shelter tertutupnya, sedangkan kalo Cemoro Sewu shelternya nggak tertutup. Oya, di sepanjang jalur menuju pos 3 kami melewati bekas kebakaran yang terjadi beberapa hari sebelum kami naik. Bekas kebakaran ada di sebelah kiri, membuat view ke lembahan terlihat lebih jelas, dan tentunya, angin yang berhembus pun makin kencang.

Oya, di pos 3 saat kami memutuskan untuk masak, saya malah menumpahkan mi yang sudah jadi. Saya shock berat lho pas mi-nya tumpah. Oh-ah, terus saya merasa bersalah tingkat dewa, soalnya itu bukan logistik saya. Untunglah orang-orang yang naik bukan tipe pemarah. Maaf ya…. ><

ini di pos 5, jam 12 malem

Jalan malem emang nggak berasa, tai dinginnya masya Allah…. Mana jaket saya ada di carrier dan di bawah. Jadi saya jalan dalam keadaan kedinginan.

di puncak!!

Dan akhirnya, kami muncak jam 1 pagi! Mas Ivan muncak pertama, terus saya yang kedua. Kami ngecamp juga cuma 2 meter di bawah puncak lho. Soalnya justru di sana anginnya nggak gede. Dan begitulah, pendakian kami berhasil. Meskipun capek, kotor berdebu, bau, tapi kami bahagia.🙂

Salam dari puncak semua….