Mari Bicara Cinta

by nuzuli ziadatun ni'mah


Sejujurnya, ini curhatan saya yang paling jujur yang pernah saya tulis di blog ini, selain di blog saya yang lain, tempat saya menggalau dan nggak jelas.

Nah, yang pasti di sini saya cuma ingin bercerita tentang diri saya, yang mungkin tidak kalian tahu, baik kepribadian saya ataupun kebiasaan saya. Jadi, akan saya mulai dengan bagaimana saya yang sebenarnya.

Jadi akan saya kasih tau, jika saya itu orang yang mudah ngambek, mudah kesal, namun mudah memaafkan dan mudah melupakan. Saya hampir saya dengan manusia-manusia lainnya di lingkungan kampus saya, namun saya tidak pernah bisa bersama dengan orang yang tidak setipe. Saya tipe pengamat yang amat cermat, sehingga untuk bisa berteman dengan siapa, saya akan secara otomatis membedakan mereka satu per satu.

Saya selalu nggak bisa berteman dengan orang yang tidak saya suka, apalagi jika ada sifatnya yang amat bertentangan dengan saya. Dalam mengamati seseorang, saya akan dengan teliti mencoba mencari tahu sebenarnya seperti apa dia, apa kebiasaannya dan sebagainya.

Ada jenis-jenis orang yang akan saya terima sifat dan kebiasaannya setelah masa pengamatan itu, namun banyak juga yang kemudian membuat saya justru semakin tidak suka.

Nah, begitu juga saat saya suka dengan seseorang, yang di sini berarti khusus. Saya tipe orang yang tidak pernah ceroboh dalam menyukai orang lain, sungguh. Seperti kata seorang senior saya, menyukai seseorang itu harus berani menerima kekurangannya, sehingga kita juga akan dengan mudah akan mau menerima kekurangannya.

Saya orang yang seperti itu. Tidak pernah sekalipun saya mengungkapkan pikiran saya kecuali kepada orang yang benar-benar saya yakin akannya. Namun terkadang harapan sederhana pun bisa terasa terlalu tinggi untuk diraih. Ironis, saat saya merasa begitu yakin dan serius untuk bicara, justru lawan bicara saya menganggap hal itu sebagai sebuah ‘hal biasa’.

Saya butuh keberanian besar dan keyakinan untuk bilang begitu!

Tapi sudahlah. Toh semuanya akan indah pada waktunya. Begitulah kata sebuah lagu. Namun apakah akan benar-benar seperti itu? We will see, then….

Yah, atau bisa jadi apa yang selama ini saya kira perasaan yakin itu sebenarnya salah. Itu bisa saja terjadi, tapi saya selalu yakin dengan diri saya sendiri. Saya tahu saya bukan orang baik. Saya pun tahu saya amat sangat biasa untuk seorang wanita seumuran saya. Dan saya pun hanya orang yang bisa melakukan hal-hal sederhana yang semua orang bisa kerjakan juga.

Namun, tidak bisakah dengan semua kekurangan itu orang menerima saya dengan ikhlas? Sama seperti saat saya akhirnya bisa menerimanya sebagai orang yang saya suka??

Mungkin, saya pun tidak tahu jawabannya. Saya hanya ingin sedikit bicara tentang cinta.πŸ™‚

*comments are really appreciated….