Mendaki Bumi

by nuzuli ziadatun ni'mah


… saya menyukai sebuah perjalanan …

… saya menyukai harapan-harapan …

… saya suka tidur beralaskan malam …

… saya suka saat kamu menyusup di mimpi malam …

Setiap manusia memiliki kisah cinta. Seperti kata Windy dalam bukunya Life Traveller.

Jika semua manusia memiliki cerita cinta di dunia ini, maka dalam sehari akan ada 7 miliar cerita cinta yang berbeda pada satu masa.

Dan kita tinggal memilih cerita mana yang akan kita ungkapkan ke dunia.

Dan ya, kisah cinta itu selalu dimulai dengan sesuatu yang biasa. Pertemuan. Ketidaksengajaan. Kerinduan. Hal-hal biasa seperti itu. Pertemuan sepertinya menjadi awal yang sering terjadi. Walaupun saya tidak pernah menyukai orang yang tidak saya kenal sebelumnya.

Mendaki Bumi. Dua buah kata yang sesuai untuk menggambarkan kami. Walau mungkin cerita itu tidak selalu berada di ketinggian itu.

Saya hanya akan menuliskan teaser tentang novel yang sedang saya buat ini.🙂

Pertemuan. Begitulah cinta bermula…

Saya tidak tahu, kapan tepatnya kamu menarik buat saya. Saya pun tidak tahu kapan kamu benar-benar membuat saya ingin selalu melihatmu. Yang kuingat satu, saya tidak tertarik padamu saat awal kita bertemu.

Katanya, kita tidak bertemu di antara rimbun hutan. Kita bukan berjumpa di antara hiruk pikuk orang. Namun yang selalu saya ingat, di antara orang-orang yang berdiri angkuh di depan kami, kamu orang yang terlihat diam. Kamu berbeda di antara mereka. Dan saat itulah, saya berharap dapat berbincang denganmu.

Hari-hari yang bagaikan mimpi itu terasa sungguh datar. Hingga akhirnya saya berjalan denganmu. Saya bercerita padamu. Dan kamu pun memanggil nama saya.

Jujur saja, pertemuan dan perjalanan itu mungkin tidak menyenangkan. Saya bahkan berharap itu tidak pernah terjadi pada saya. Rasa kesal itu, rasa lelah itu, kedinginan itu. Saya tak pernah benar-benar bisa mengatakan itu menyenangkan.

Tapi karena kamu, itu menjadi sebuah pengalaman. Saya menyukai caramu menemukan jalan pulang. Saya menyukai caramu berusaha. Saya menyukai caramu melindungi.

Dan di sanalah harapan itu bermula…

Saya bahkan belum memulai cerita yang sesungguhnya. Saya ragu, mungkinkah akhirnya akan saya ketahui? Mungkinkah ini cukup berharga untuk saya ceritakan pada dunia?

Ya, saya hanya belum benar-benar yakin. Tapi hati saya meminta saya untuk mulai menulis. Apapun yang terjadi di akhirnya nanti, saya tetap menyukai cerita ini…🙂

di sepanjang jalan itu aku melihat sosokmu…