Wedding Dress

by nuzuli ziadatun ni'mah


Ini tentang sebuah film Korea berjudul Wedding Dress.

Saya kira pada awalnya ini tentang cerita seorang desainer yang lagi seru-serunya berkarir di dunia desain. Tapi ternyata apa yang saya tonton jauh dari apa yang saya bayangkan.

Mungkin ada di antara kalian yang sudah tahu tentang film ini, karena jelas, film ini keluaran 2 tahun yang lalu, 2010. Dan saya secara tidak sengaja menemukannya di laptop adek saya. Jadilah saya menonton ini sesorean saat saya akhirnya dapat kesempatan pulang.

Tebak, ketika saya menonton bagian prolognya, yang saya pikirkan,

“ah lucu… pasti ntar seru bagian ngedesainnya”

Tapi ternyata bagian desain mendesain yang saya nantikan itu tidak pernah muncul. Yang ada adalah cerita tentang seorang anak kecil bernama Jang So Ra dan ibunya Go Eun. Mereka hanya hidup berdua setelah ditinggal pergi oleh sang kepala rumah tangga.

Dari film sederhana ini, saya belajar banyak hal. Bahwa ternyata anak kecil pun sebenarnya punya pemikiran sendiri tentang apa yang selalu terjadi di sekitarnya. Mereka punya solusi tentang permasalahan mereka. Mereka juga bisa berpikir lebih dari apa yang kita duga tentang orang tua mereka.

Dari film ini saya juga berlajar tentang keluarga. Kepolosan anak kecil sebenarnya adalah jawaban segala permasalahan keluarga. Ketika kita kecil dan mulai paham tentang banyak hal, segalanya dimulai dari sana. Awal kita berpikir, bertanya, dan kemudian menemukan jawaban. Itulah yang kita lakukan sejak kita bisa melihat, berbicara, dan mendengar sekitar kita.

so ra dan ibunya saat berlibur di pantai

Bahkan di bagian menyenangkan dari film ini pun sebenarnya sedih…. Saya bahkan mungkin telah mengeluarkan sebotol kecil air mata hanya untuk menonton film ini. Ahahaha….

Dan walaupun demikian sedihnya, film ini worth banget buat ditonton lho. Secara kualitas filmnya. Cara menceritakan bagian-bagian kecil dari film ini. Cara berekspresi masing-masing tokohnya. Cara menanggapi masalah-masalah di dalam film itu. Menarik sekali….

ulang tahun so ra, dirayakan hanya berdua

Mungkin, jika saya mengartikan pesan-pesan di dalam drama ini, seakan mereka ingin mengatakan

jangan sampai kita terlalu sibuk dengan diri kita hingga lupa dengan apa yang seharusnya kita cintai

jangan sampai kita lupa jika suatu ketika akan ada takdir yang menyimpang

jangan sampai kita lupa, jika kita ada di suatu keluarga

Yah, saya begitu mencintai keluarga saya meskipun saya jarang bisa kembali ke rumah. Saya begitu merindukan mereka saat saya jauh. Saya bahkan begitu takut meski hanya sekedar membayangkan jika saya harus kehilangan, dan semoga itu tidak terjadi.

Dan maka, cintailah keluarga kita, sebagai bagian dari hidup kita….

p.s) maaf nggak ngasih link download film… saya juga nggak tau soalnya… 🙂