Mencintai Bayang

by nuzuli ziadatun ni'mah


Ia netral, tidak memiliki imam, hanya mengabdi pada alam, tidak perlu membedakan.

Ia selalu mau bersanding, tidak menuntut, tidak menolak, tidak pula merasa bosan.

Ia selalu setia, sepaham, tidak mendebat tanpa guna.

 

Ia biasa saja, tidak perlu hiasan, tidak perlu ornamen, apa adanya.

Ia tidak hitam, tidak putih, hanya seperti dirinya sendiri.

Ia rupawan, ia indah, tidak tinggi, dan tidak pula pendek.

 

Ia tidak mencerca matahari, karena hanya matahari yang bisa membuatnya ada.

Ia tidak menghina malam, karena dengannya ia berteman.

Ia tidak menghindari pagi dan sore, karena dengan mereka ia berbahagia.

 

Ia hanya sebatas ada, bisa menyatu, tetapi mudah terpisah.

Ia mencintai hening, tetapi tidak merutuki bunyi.

Seperti cinta.

 

Ia tidak membedakan dunia dalam kotak kaca.

Ia tidak perlu apapun untuk bisa menyebut dirinya sendiri indah.

Seperti cinta.

Ia apa adanya.

 

Seperti cinta…

nuzulizn