Surat Cinta

by nuzuli ziadatun ni'mah


Kepadamu cinta, saya ingin bercerita.

Suatu ketika saat saya kecil, saya mengira cinta dan pacaran itu adalah hal yang sama. Lalu kemudian beranjak dewasa, dan mendapati kenyataan jika saya akhirnya menganggap pacaran itu menjijikkan. Lalu datang masa dimana saya menganggap kata ‘cinta’ itu memuakkan. Hingga saya sampai pada titik saya tidak tahu apa itu cinta. Karena ternyata, banyak yang menikah tanpa cinta, berpasangan tanpa cinta, dan bersama tanpa cinta.

Semakin lama hal itu semakin membingungkan saya.

Tapi tahukah kamu? Menurut saya cinta itu indah, sesuatu yang penuh rahasia, tidak bisa didefinisikan. Karena ketika definisi itu ada, maka kita mengeneralkan maknanya, padahal setiap manusia punya pandangan berbeda akan cinta.

Lalu kamu apa sebenarnya?

Ada kalanya dimana saya menganggap membicarakan cinta itu menjijikkan, memalukan. Tapi apa lagi yang bisa menggambarkan rasa itu lebih baik dibandingkan kata ‘cinta’ itu sendiri? Tenyata tidak ada, untunglah.

Terkadang merasa sedih karena arti kata itu semakin identik dengan sesuatu yang bukan seharusnya. Saya percaya pada cinta, berharap  jika hal itu juga ada di hidup saya. Tapi sekali lagi, saya pun belum punya definisi tentang cinta itu sendiri. Definisi itu datang dari hati, dari semua organ tubuh, dari semua alam bawah sadar, pikiran, mimpi, dan hati. Lebih indah lagi karena tidak ada tipu daya dalam cinta, karena ia tidak bisa dibohongi.

Suatu hari nanti, mungkin ketika saya sudah mengerti apa itu ‘cinta’, ia baru akan datang menghampiri.

Tapi untuk saat ini, biarlah saya sendiri. Biarkan saya menyepi ke keheningan naungan hutan hujan. Kesendirian di malam-malam penuh bintang.

Lalu kepadamu cinta, datanglah nanti ketika saya sudah siap. Ketika saya sudah paham.

nuzulizn