2012: Day by Day

by nuzuli ziadatun ni'mah


Finally, we all come to and end of this year. Then what? Some people busy to write their later resolution of life, others busy remembering the past, and some other remain calm and don’t care.

But yeah, pada dasarnya setiap hari itu sama. Hal yang biasa, bukan sesuatu yang istimewa atau yang tidak. Saya pribadi tidak pernah begitu bergembira secara khusus saat tahun baru, karena toh setiap tahun kita pun memiliki tahun baru lagi. Tidak perlu sibuk memikirkan resolusi, karena mungkin menurut saya resolusi itu pentingnya di moment yang tepat, bukan masalah kapan itu dilakukan.

Well then, beberap hal yang membuat saya mengingat diri saya selama setahun ini ternyata cukup banyak. Dari kehidupan kampus sampai kehidupan yang terjaga dengan baik di SATUB. Mungkin cukup aneh hidup di SATUB begitu intens, tapi dengan berada di sini saya cukup berubah sejak tahun lalu, walau mungkin saya tidak terlalu tahu dimana letak perubahan terbesar saya. Yang pasti baik pribadi dan pemikiran saya mengalami perubahan. Masalah penampilan? Ah, nanti ada saatnya untuk berubah, tapi jelas bukan sekarang teman.

Bagaimanapun, meskipun saya memiliki banyak hal yang bisa dibanggakan di tahun ini, banyak juga yang mengecewakan, terutama buat saya pribadi.

Saya rasa, ketidakpedulian saya akan penampilan juga cukup menjadi pemikiran saya selama beberapa bulan terakhir ini. Tapi bukan berarti itu menjadi hal yang terus membua saya kepikiran. Toh pada dasarnya penampilan itu mudah untuk diubah, tapi tidak mudah merubah pribadi kita menjadi lebih baik.Tidak mudah pula merubah pikiran kita menuju pemikiran-pemikiran baik.

Ah sudahlah, mari kita sedikit melantur tentang ini dan itu, apapun itu.

Memang tahun ini sudah berakhir. Tapi ia tidak akan berpengaruh banyak saya rasa. Karena yang saya tahu lebih tentang apa itu hari senin sampai minggu, bukan apakah ini tahun baru.

Dan ya, saya masih yakin saya akan tetap bersenang-senang tahun depan, entah kapan saya serius memikirkan tentang kuliah, padahal kakak saya lulus 4,5 tahun. Akankah aku lebih cepat? Saya tidak yakin. Tapi biarlah saya menjalani itu sesuai kata hati saya. Biarkan saya melangkah sesuai dengan kecepatan dan irama saya. Mungkin nanti butuh paksaan dan dorongan, entah dari siapa.

Untuk semua orang yang di luar sana, saya tidak yakin ingin mengucapkan selamat tahun baru. Tapi jika memang kalian begitu menganggap penting tahun baru, semoga kalian bisa menikmatinya. Semoga bahagia. Semoga, dan semoga….