Sekaten dan Kembang Gula

by nuzuli ziadatun ni'mah


Sekaten 2013.

Buat teman-teman yang belum tahu ‘sekaten’, mari sebelumnya saya jelaskan dulu apa itu dan kegunaannya. Sekaten, dulu dijadikan sebagai sebuah perayaan untuk memperingati Maulid Nabi, diadakan oleh pihak Keraton Jogja sebagai bentuk rasa syukur. Namun semakin lama, tahun demi tahun berlalu, dan akhirnya muncullah sekaten yang sekarang. Apa bedanya?

Secara tujuan dia tidak jauh berbeda. Yang berbeda hanyalah lama pelaksanaan dan apa aja yang ada di sana. Mungkin saya tidak bisa mereview banyak, karena toh sebenarnya sebagai warga Jogja (yang tidak baik), saya baru tiga kali ke Sekaten seumur hidup saya. Yang pertama sewaktu saya masih kelas 3 SD, dan seinget saya dulu nggak seramai sekarang, nggak sepenuh sekarang, dan baru mulai beberapa hari sebelum Maulid Nabi. Tapi kemudian, kali kedua saya ke sekaten, yaitu tahun lalu, beberapa minggu sebelum Maulid Nabi sudah begitu ramai. Dan yang banyak dijual di sana bukan lagi ditujukan untuk anak-anak seperti ketika saya SD, tetapi malah owol-owol.

Well then, mari sedikit membahas tentang owol-owol. Kami menyebutnya demikian, merupakan tempat menjual baju-baju bekas yang saya yakin dan kami duga dengan pasti bahwa itu import dari luar negeri. Kenapa? Jelas, merk yang ada bukan dari Indonesia. Yang selanjutnya, saya juga yakin barang-barang itu juga dijual di seluruh wilayah pinggiran kota besar di Jawa entah dengan nama apa, karena saya pertama kali dengar tentang jualan semacam ini sewaktu kelas 2 SMA. Entah itu waktu yang sudah terlalu basi atau belum. Peduli amat.

Nah, tempat ini kemudian dijadikan arena untuk berburu barang-barang bagus dengan harga sangat miring, terutama kalau bagi kami yang sering main di alam bebas, menjadikan tempat ini untuk mencari pakaian lapangan, dari celana lapangan, jaket, dan terutama raincoat. Jelas, karena beberapa tempat jualan seperti itu tidak terlalu mementingkan merk, jadi asal kita bisa menemukan barang yang tepat, maka jelas kita yang akan untung besar. Apalagi barang-barang outdoor hanya dipakai beberapa kali dalam sebulan saat sedang berkegiatan.

Ah, kembali ke topik awal.

Sore ini, benar-benar sore ini saya ke sekaten lagi. Untuk yang ketiga kali dalam hidup saya. Yang saya lihat disana ternyata cukup berbeda dengan yang saya lihat tahun lalu. Saya bisa menemukan stan dari Pemda dan Pemprov. Terus ada tempat pertunjukkan anak SD. Mereka menari, fashion show, dan kami sungguh tertawa puas karena tingkah mereka yang sangat anak-anak. Ahahaha….

Nah, menjelang malam, kami akhirnya berputar-putar untuk mencari beberapa barang. Dan saya menemukan beberapa orang yang berjualan makanan waktu jaman saya kecil, es goreng (yang di tempat lain biasa disebut dengan nama lain) dan kembang gula. Nah, si kembang gula ini yang menurut saya tidak pernah termakan jaman.

Pertama kali saya bisa mengingat, rasanya sudah ada memori tentang si kembang gula ini. Dulu sewaktu saya TK saya dan saudara-saudara saya dibelikan 1 untuk bertiga, dan saya selalu heran kenapa jika saya tidak makan di hari itu besok harinya kempes dan saya akan menangis tersedu-sedu. Waktu itu seinget saya harganya masih baru 1000. Di jaman yang dengan uang 200 perak saya sudah merasa kenyang, harga si kembang gula udah 1000. Lalu, beranjak ke SD, harganya jadi 1500, terus lanjut ke harga 2000, dan 3000, itu terakhir kali saya beli.

Lalu, saat tadi salah seorang dari kami membelinya, harganya sudah mencapai 5000. Sungguh wow, ternyata makanan yang kalau dikempesin ternyata hanya satu sendok gula berwarna harganya bisa sebegitu mahal. Yah, apa boleh buat, namanya juga makanan yang menarik untuk anak-anak. Apapun kan, asal anaknya suka.

Ah, kembang gula. Saya penasaran akan bertahan sampai kapankah makanan ini.

Lalu saya juga jadi teringat tentang makanan tradisional yang sempat saya bahas di postingan yang lalu. Rasanya saya ingin membahasnya lebih lanjut. Ah, tapi biarlah nanti saja itu saya sambung lagi.

Nah, nanti kalau kalian ke sekaten, atau taman hiburan rakyat, coba aja beli, sekalian cek harga terbarunya.🙂

Selamat malam semua…

nuzulizn