Sebuah Surat Untukmu

by nuzuli ziadatun ni'mah


Cinta bukan perasaan, ia adalah proses.

Bulan Mei. Saya rasa saya akhirnya merasakan dua tahun yang lain yang sebelumnya tidak pernah saya duga. Ya, jika setiap sungai punya muara, saya rasa manusia juga punya muara yang bernama ‘pasangan’. Namun saya tidak ingin membahas tentang objeknya. Saya lebih tertarik untuk membahas proses yang terjadi pada saya dalam memberi dengan penuh arti pada apa yang saya cintai.

Ya, mencintai orang lain itu tidak mudah. Bahkan sekedar menyadari perasaan cinta itu juga tidak mudah.

Saya terkadang bertanya-tanya, seberapa dalam seseorang menyayangi orang lain hingga bisa disebut cinta. Hingga akhirnya saya sadar bukan itu yang menjadi poin penting dari mencintai. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana perasaan itu membentuk diri kita menjadi sesuatu yang lain. Menjadi orang yang lebih siap, menjadi orang yang sungguh-sungguh mengerti cara mencintai orang lain.

Dan, tanpa sadar, telah dua tahun saya berproses dengan cinta. Waktu yang tidak singkat namun belum cukup lama. Dan selama itu, apa yang saya dapat?

Tidak ada. Secara fisik saya tidak menerima apapun. Saya bahkan tidak pernah bermaksud untuk menyatakan pun untuk memberitahu pada dunia siapa kah orang ini.

Tapi yang pasti terjadi, meski semua itu telah berlangsung selama dua tahun, saya pun telah mengenalnya lebih dari itu juga, mengalami banyak konflik yang tidak ringan, saya masih tetap memandangnya dengan cara yang sama. Saya masih menyimpan pengertian dan kekaguman yang sama.

Saya tidak pernah tahu, dan mungkin tidak cukup berani bahkan untuk menduga bahwa yang sedang terjadi pada saya ia ketahui secara keseluruhan. Yang pasti, saya tidak akan menyatakannya. Jika pun ia tahu, berarti ia orang yang cukup perhatian terhadap sekelilingnya. Dan jika ia tidak tahu tentang itu, mungkin memang begitu lah cara cinta menyatakan pada dunia. Saya anggap itu sebagai hadiah pada saya karena akhirnya saya berhasil berproses.

Dan walau begitu pun, saya rasa hukum III Newton masih berlaku di dunia ini. Hanya saja, mungkin gaya yang akan saya terima memiliki bentuk yang berbeda. Yah, tidak ada yang tahu.

wordsflow