At the Moment

by nuzuli ziadatun ni'mah


Selalu ada kejutan di setiap hal yang akhirnya tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Ketika dosen Tugas Akhir-mu bilang bahwa mungkin lebih baik kamu mundur semester depan, ternyata telah ada kejutan yang menunggumu di satu minggu setelahnya. Atau, ketika nilai Kerja Praktekmu tidak keluar di semester ini, ternyata ada hal lebih baik yang bisa kamu lakukan. Atau, ketika proposal KKN kelompokmu tidak diterima, ternyata ada kelompok manusia lain yang menunggumu dengan bahagia. Atau, ketika akhirnya seorang petugas check in mengatakan bahwa kamu sudah telat dan tiketmu hangus, akan selalu ada hal menyenangkan yang sesungguhnya menanti.

Sungguh, melalui semua hal itu tidaklah mudah, apalagi jika akhirnya bukan hanya seorang saya yang mengalami dampaknya, namun banyak orang di sekitar saya, termasuk juga keluarga saya, atau teman-teman yang telah begitu ikhlas membantu saya. Selalu ada rasa tidak terima, entah berlangsung berapa lama. Hanya saja, semakin saya belajar untuk merelakannya, semakin saya sadar bahwa apa yang mungkin saya rasa adalah sebuah kekecewaan, ternyata bukan sesuatu yang bisa menghancurkan saya. Selalu ada tahap ‘gugatan’ dan akhirnya ‘penerimaan’. Bukankah manusia selalu belajar dan terus belajar?

Tidak lebih dari 5 jam yang lalu, pesawat saya yang seharusnya membawa saya kembali pulang akhirnya terbang tanpa saya. Apa yang terjadi?

Jalan macet, saya baru tiba di bandara 40 menit sebelum keberangkatan. Saya dengan tertib antri di belakang deret manusia-manusia satu rombongan di depan counter check in. 5 menit berlalu, saya melayangkan pandangan ke sekitar, ada toko buku yang menarik perhatian saya. 10 menit berlalu, saya mulai tidak sabar sama rombongan di depan saya, karena mereka hanya mengobrol. 15 menit berlalu, saya menyapukan pandangan ke counter lain, semua penerbangan di atas jam 15.00, hanya line saya yang jam 14.00. 20 menit, rombongan itu akhirnya bertanya ke petugas. Dan, entah mau bilang apa tentang mereka, ternyata rombongan itu salah antrian! Begitu saya tanyakan status tiket saya, petugasnya dengan judes mengatakan bahwa tiket saya telah hangus.

Itu adalah salah satu moment freeze yang akan terus saya ingat selama apapun. Kekesalan saya tidak akan bisa digantikan dengan apapun. Pun rasa bersalah saya pada orang tua saya juga tidak bisa diganti dengan apapun.

Dan begitulah semuanya berlalu begitu saja. Rombongan itu tidak pernah tahu jika mereka telah membuat seorang penumpang ketinggalan pesawatnya. Atau mungkin petugas counter itu juga tidak akan ingat berapa orang yang telah gagal pulang, atau gagal pergi di hari ini. Mungkin juga penumpang pesawat tidak akan pernah memikirkan bangku di sebelahnya yang kosong. Ya, semua kembali normal, kembali berjalan begitu saja dan apa adanya. Tidak perlu juga menggunakan kata ‘jika’, karena itu tidak akan pernah merubah apapun yang telah terjadi sebelumnya.

Tapi, lagi-lagi seperti semua hal lain yang juga pernah terjadi dalam hidup kita, akan selalu ada kejutan di tempat-tempat yang tidak terduga. Selalu ada kemudahan lain di kesulitan yang kita rasakan berat.

Esok hari, entah apa yang akan saya temukan di tempat yang telah mengecewakan saya hari ini. Tempat yang saya, akan bisa memberikan banyak kenangan pada manusia, dan itu yang terjadi pada setiap orang.

wordsflow