Confession (ii)

by nuzuli ziadatun ni'mah


Sebelumnya saya telah hampir selesai menuliskan tulisan ini di blog saya yang lain; http://wordplays.tumblr.com/

Ternyata laptop mati, dan hilang sudah tulisan saya. Lantas, saya mau mencoba menuliskan kembali di sini.

Pantaskah seorang wanita menyatakan perasaannya?

Pertanyaan ini selalu datang berkala pada saya. Sering saya menjawab tidak dengan tegas. Tapi di suatu ketika saya merasa bimbang untuk mencoba mempertimbangkan lagi.

Mungkin jika mengikut beberapa penulis hebat, dan quotes yang banyak beredar tentang; “if you love someone, let he/she knows” saya jadi kembali goyah untuk mau menyatakan perasaan saya pada seseorang. Tapi, saya pun sadar, saya bukan manusia yang cukup punya percaya diri, atau manusia yang bisa begitu supel dan merasa biasa saja dengan apapun jawaban yang akan saya terima. Maka sekali lagi saya meyakinkan diri bahwa tidak pantas seorang saya menyatakan rasa ‘cinta’ itu pada orang yang menarik hati saya.

Bagaimanapun, saya pun merasa bahwa cinta akan lebih kaya ketika saya membiarkannya dalam hening, dalam sunyi, tapi tidak dalam gelap. Hening itu menenangkan, karena pergolakan yang ada tidak akan mengganggu alam. Karena dengan demikian, apa yang ingin saya jaga menjadi tetap apa adanya. Lalu sunyi itu menjernihkan, karena dengan demikian, suara lain yang lebih halus akan mampu saya dengar. Itu adalah suara hati saya yang dengan lemahnya mencoba untuk berpuisi pada dunia. Dan saya butuh cahaya untuk tetap membuat saya tidak selalu meraba dalam ketidaktahuan.

Tidak usah perlu khawatir akan apapun, karena jika memang dia adalah cinta, maka saya tidak akan pernah kesulitan untuk bertemu, untuk mencari tahu, untuk melakukan dan berhubungan dengannya. Karena jika memang dia orang yang tepat, akan ada masa ketika hening dan sunyi itu menyentuh hatinya, dan mereka dengan sempurna menyampaikan cinta. Lalu, dalam terang yang nyata, mata kami akan bertemu pandang, dan pemahaman itu saling bertukar.

Lantas, akankah saya merasa bahwa wanita lain yang menyatakan cinta adalah wanita yang menempuh jalan salah?

Tidak. Bukankah manusia selalu punya pilihan? Dan begitu pula saya menjatuhkan pilihan pada semua hal yang saya lakukan hingga hari ini, entah itu di bawah kebebasan atau di bawah tekanan.

wordsflow