When you find someone

by nuzuli ziadatun ni'mah


Ada banyak jenis pertemuan di dunia ini. Bertemu dengan orang yang akan terus menerus menemani kita di hidup ini, atau bertemu dengan orang yang hanya akan mampir sejenak dalam hidup, lalu selamanya tidak akan pernah kita temui lagi.

Namun, bukan lantas mereka akan diposisikan sesuai dengan lama mereka ‘mengganggu’ kita di dunia ini. Ada kalanya, mereka yang hanya datang sejenak lantas pergi selamanya adalah orang yang akan sangat berharga bagi kita. Orang yang sangat mempengaruhi kita dalam hidup ini. Atau justru orang yang selamanya ‘mengganggu’ kita sesungguhnya adalah orang yang belakangan kita ketahui bahwa ia tidak lebih penting dibandingkan mereka yang akhirnya pergi.

Masing-masing telah memiliki porsinya sendiri dalam hidup orang lain.

Dalam banyak hal yang selama ini saya alami sebagai manusia, ada kalanya ada orang-orang yang akhirnya menjadi begitu bercahaya dibandingkan dengan orang lain, siapapun yang akhirnya menemani hidupmu.

Lantas, jika mereka begitu mempengaruhi kita, bagaimana dengan yang lainnya? Pada dasarnya, masing-masing orang akhirnya menemukan tempat yang membuat mereka berarti, dan di sana lah mereka akan meninggalkan hati dan jiwa mereka sebelum akhirnya raga mereka menghilang dengan sungguh-sungguh. Masing-masing, ada kalanya saling berhubungan dan terpisah dalam suatu sebab atau pengaruh yang lain yang ada di dunia ini.

Saya sering membayangkan bahwa saya adalah orang yang bebas mengembara dari satu tempat ke tempat lain dengan sebuah cerita yang begitu menyenangkan menemani setiap langkah saya dalam menjalani sebuah perjalanan yang asing. Bagi saya, selalu ada hal baru yang begitu menyenangkan untuk terus diingat dan dinantikan setiap harinya, hingga akhirnya nanti saya akan dengan bangga menceritakan kepada orang yang paling saya kasihi di dunia ini, bahwa suatu masa, ada kalanya hidup yang saya jalani amat sangat menyenangkan dan tidak ada sesuatupun yang begitu mengganjal dalam hati saya.

Jika dengan demikian, akhirnya saya dan apa yang saya rasa adalah jiwa saya, akhirnya memiliki sebuah kesimpulan yang begitu singkat dalam hidup ini, bahwa semua yang saya alami adalah bagian yang begitu menarik dari sebuah takdir. Tidak, takdir tidak semembosankan itu untuk dikeluhkan. Ada kalanya yang memang membuat itu semua tidak berarti adalah keinginan untuk terus membuat hal yang menyenangkan dalam hidup seseorang, dan itu juga termasuk hidup yang sedang saya jalani.

Hey, kita tidak harus bahagia setiap detik, bukan?

Porsi, posisi. Keduanya cukup bisa menjadi pertimbangan pada saya untuk meraih bahagia, meski tidak setiap saat. Bukankah manusia juga merindu luka dan duka? Takdir tidak akan banyak mengambil jatah kebahagiaan kita di dunia ini. Kita lah yang membuat kebahagiaan itu hadir. Bukan karena takdir, lantas kita bisa menyalahkan ketidakbahagiaan kita. Jangan.

wordsflow