Sejurus Waktu

by nuzuli ziadatun ni'mah


Aku terpaku pada biru, menatapmu dengan begitu syahdu tanpa rasa malu

Ini bukan yang pertama kulakukan, tapi keberadaanmu tak pernah menaruh curiga padaku
Kamu terlalu sibuk terbang, terlalu sibuk menyelam, dan aku tetap terus menekuk hati pada papan tepi

Ah, tapi kamu tidak pernah tahu bukan,

Aku selalu meneliti dengan jeli, membaca setiap repih puisi yang kau isi
Ada seulas teka-teki pada ujung bibirmu yang tak bertulang,
Ada selengkung cinta yang tak terbaca pada mata,
Dan ada sepercik arus yang tak kentara pada sentuh jemarimu

Ya, kamu tidak pernah tahu

Kamu tidak pernah membaca, kamu tidak pernah menggalinya
Kamu,
Tanpa pernah berucap, terus meneteskan luka dan duka pada selarik kala
Dan lihatlah, aku memungutnya untuk kurekam pada jejak dan sajak
Untuk kumaknakan pada setiap putik yang digiring angin
Untuk kularung pada ombak dan riak

Pada akhirnya…

wordsflow