Sejurus Waktu (ii)

by nuzuli ziadatun ni'mah


Tanpa pamit, kereta itu membawamu pergi, membawamu menepi…
Hey, ada apa gerangan di sana? Kamu tidak memperhatikannya dengan jeli saat kamu beranjak pergi. Ya, kamu menginjak mimpi senja yang aku tanam
Kamu terlalu sibuk mencari kebenaran kabar siang ini, bahwa hujan akan datang
Kamu sibuk mencari pembenaran akan mata yang terkatup, dan hati yang tertutup, dan rasa yang kalut
Sedangkan dari balik jeruji, aku berteriak memperingatkanmu, menahanmu, menyadarkanmu

*

Aku tidak membawa teror seperti yang kau duga sebelumnya
Aku pun tidak membawa bunga dan juga riasan muka, karena semuanya begitu telanjang tersampaikan pada dunia

*

Sementara itu, di sekitar kita ada debu-debu yang terbang bebas saling mencari tempat berhenti
Tidak kah kamu sadar bahwa mereka menyampaikan getar asaku padamu?
Caci ini aku teriakkan dalam hati, untuk kulebur kembali bersama dosa mimpi
Maki ini aku bisikkan untuk melebur luka yang tersimpan rapi
Tapi apalah arti semua ini,
Jika sejurus waktu kamu tetap melangkah pergi?

wordsflow