Sajak (i)

by nuzuli ziadatun ni'mah


Tidak kah semua ini berarti untukmu?

Tidak kah semua ini cukup mengganggu ketenangan yang selalu kamu sombongkan di depanku?

Lihat lah lebih dekat, aku tidak sebanal yang kamu kira dan sekali lagi aku tegaskan, aku tidak pernah menjadi buta akanmu dan dunia

Telah berulang kali aku memandang langit di malam hari

Bukan untuk menyampaikan harap ini padamu melaluinya

Aku hanya ingin melihat besarnya cinta dalam jarak ribuan tahun cahaya

Aku hanya ingin menduga, bahwa ada yang melihat cahaya terang dalam diriku nun jauh di ujung lain jagad raya

*

Jika semua itu bisa memudar menjadi debu, maka jangan ragukan cintaku

Aku tidak menebar rindu dan pilu

Aku menyimpannya rapi seperti aib yang menggerogoti

Semua itu, kujalin rapi menjadi permadani di lantai hati

Untuk kemudian menjadi singgasana rasa yang begitu kujunjung tinggi

*

Kenang dan harap itu menepi, mengintip ke kedalamanan jurang hati

Haruskah mereka melompat pergi? Atau tetap hanya menepi?

Jangan menjawab, karena jawaban hanya akan membias menjadi kiasan

Lihatlah, sekali lagi kamu bergetar dalam keraguan dan bimbang

Aku tidak akan pernah menang darimu, tidak di hari ini, esok, maupun jutaan tahun lagi

Semua hanya sebatas cemar kecil di samudra mimpi yang kamu arungi

*

Jangan hiraukan, karena aku hanya akan menjadi sembilu di jalanmu

Tapi sekali lagi aku katakan padamu, bahwa aku tidak sebanal yang kamu kira, dan aku tidak buta akanmu dan dunia

wordsflow