Menunggu

by nuzuli ziadatun ni'mah


Seperti layaknya penumpang yang tiba-tiba terdampar di suatu tempat yang asing, mungkin begitu juga tahapan yang sedang saya hadapi sekarang. Berada dalam pendirian yang entah, dalam lingkungan yang tiba-tiba membanjiri saya dengan banyak orang yang menyebut diri ‘kawan’.

Entahlah, sekali lagi ada yang berubah dalam diri saya, ada yang kembali menjadi berbeda.

Dan bukannya menjadikan jiwa saya semakin baik, karena saya pun merasa semakin menjadi orang yang tidak berharap tentang apapun, dan berpikir tentang apapun. Itu bukan rasa lelah, itu hanya sebuah penerimaan tentang apapun yang datang pada saya.

Yang menjadi berbeda adalah, kini saya tak lagi merasa perlu untuk menipu diri. Biarkan saja saya tertawa dalam kebahagiaan sejenak, atau merasa hampa saat tidak sedang berada di lingkungan yang mengungkung.

Ya, biarkan saja pikiran saya dipupuk dengan sehat, dengan kadar yang sewajarnya saja.

wordsflow