Yang Mana kah Kamu?

by nuzuli ziadatun ni'mah


Lebih baik mencintai orang yang tidak mencintaimu atau dicintai oleh orang yang tidak kamu cintai?

Pagi tadi tiba-tiba pertanyaan itu mampir pada saya, dan saya setelah berpikir sejenak, akhirnya memilih yang pertama.

Haha, rasanya kurang ya kalau saya tidak ditertawakan dengan sarkas. Tapi buat saya, memang begitu lah adanya. Memang pilihan itulah yang tanpa disadari akhirnya dipilih oleh kebanyakan manusia, terutama oleh orang-orang di dekat saya. Kebetulan, teman saya memilih pilihan yang kedua, dan karena jawaban dia lah akhirnya saya memutuskan untuk menulis postingan ini.

Sebelumnya, entah sejak kapan isi blog ini melulu membahas tentang cinta. Ya, kita memang sepakat juga sih bahwa bahasan tentang cinta tidak akan pernah habis dan tidak akan pernah basi untuk diceritakan. Dan sama tidak akan pernah membosankan juga untuk membahas tentang manusia. Sedikit intermezzo, terkadang saya heran mengapa dulu saya tak pernah tahu tentang ilmu sosial, mengapa saya tak masuk jurusan antropologi. Ya sudah lah ya, itu telah berlalu.

Kembali ke bahasan tentang pertanyaan di atas.

Alasan kenapa saya membahasnya lebih karena saya menganggap teman saya tidak sungguh-sungguh menjawab dengan realitas yang dia rasakan. Jujur saja lah, meski kita mengaminin pilihan yang kedua, pada dasarnya setiap dari kita lebih sering melakukan tindakan yang pertama, dengan sadar maupun tidak, dan dengan banyak pembelaan.

Mencintai manusia lain adalah tindakan naluriah manusia karena kita dikaruniai perasaan sayang antar sesama. Masing-masing dari kita secara sadar maupun tidak memilih mana yang bisa kita jadikan teman atau kita ajak bicara dengan bebas. Ya, kita mencintai dengan bebas, meski tidak mudah untuk ikhlas menerima cinta orang lain.

Sembari merenungi ini dalam perjalanan saya naik motor yang hanya sepuluh menit, saya membuat sebuah gagasan.

Bukankah jika tidak ada pilihan pertama, maka pilihan kedua tidak mungkin ada?

Ya, jika masing-masing dari kita memilih untuk dicintai orang lain, maka hal itu tidak akan terwujud jika tidak ada orang yang mulai untuk mencintai orang lain.

Bisa jadi itu juga yang menjadi alasan saya memilih pilihan yang pertama.

Agar ketika kamu memilih pilihan yang kedua, ada saya yang menyediakan pilihan itu untukmu…

wordsflow