Hening Sejenak

by nuzuli ziadatun ni'mah


Tidak ada orang yang bisa memahami orang lain sedalam yang mereka inginkan

Anggap saja itu yang sedang saya percayai saat ini. Suatu ketika saat kamu ingin tahu bagian dari mereka yang sangat ingin kamu ketahui, ternyata mereka berada sangat jauh dari kita. Ketika kamu merasa telah tahu bagian terdalam dari seseorang, ternyata kamu melewatkan salah satu bagian kecil yang tidak terlihat dan tidak teraba.

Terlalu banyak hal yang sebenarnya hanya berakhir sebagai sebuah prasangka pada seseorang tanpa pernah terjelaskan dengan gamblang. Ya, anggap saja yang sedang saya bicarakan adalah sesuatu yang berhubungan dengan perasaan.

Siang ini saya sekilas membaca sajak Tere Liye yang kebetulan bukunya tidak sanggup saya beli karena kantong yang menipis. Dalam sajak itu, bukan baris kata rumit yang saya temukan. Hanya kalimat sederhana yang menggambarkan tentang betapa rapuh sebenarnya seorang manusia.

Ada baris yang mengatakan,

Menangislah ketika hujan turun agar tak tampak kau sedang menangis

Termenunglah di kala hening agar kau tak tampak sedang terpaku

Menurut saya itu sesuatu yang selalu kita lakukan agar terus terlihat tegar. Ya, padahal untuk apa menyembunyikan semuanya? Toh perasaan itu tetap ada, itu tetap perasaan yang sama yang kita alami pada orang yang sama. Dan dengan siapa pun kita membagi atau ingin mengabaikannya, perasaan itu tetap ada di sana. Jadi untuk apa mengingkari perasaan yang sedang ada padamu?

wordsflow