Hujan Lagi

by nuzuli ziadatun ni'mah


Tidak kah kau lelah dengan semua ini?

Semua tulisan ini, semua gundah ini, semua tuntunan ini, semua hal yang terjadi di dunia ini. Tak satu pun sesungguhnya, yang bisa membuat kita tenang dalam artian yang sesungguhnya.

Pengakuan-pengakuan yang selama ini aku ungkapkan, mereka nyatanya pernah datang kembali dan mengobrak-abrik emosi. Semua kejadian lampau pernah datang dan meracuni. Semua yang di depan mata pernah menusuk begitu dalam hingga berbekas dan tak terlupakan sementara waktu.

Jawablah padaku, tidak kah kau lelah?

Aku pun pernah bertanya hal yang sama pada diri sendiri. Tapi tak keluar seberkas jawaban pun dari sana. Tak kutemukan pertanda pada kebenaran. Tak kutemukan petunjuk pada teka-teki.

Tak pernah kah kau tergelitik?

Untuk berkata-kata pada semua orang yang kau temukan di sekitarmu. Untuk bercerita jujur dengan yakin, seyakin matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat? Seyakin bahwa cinta tak pernah membiarkanmu melarikan diri?

*

Saya menikmati setiap emosi yang muncul dari dalam diri saya. Dalam emosi yang menggebu, sendu, kosong, dan entah bagaimana pun, selalu saya biarkan mengalir begitu saja.

Saya lelah dengan semua pemberitaan di televisi dengan semua berita politik-ekonomi-hukum-pendidikan dan semua hal yang lain. Bukan saya tidak peduli, saya hanya jengah. Saya lelah dengan semua pembicaraan tentang cinta dan perasaan, yang tak pernah saya temukan jawabannya dari tindakan diam. Saya lelah karena hingga kini ada hal-hal yang begitu dekat tapi tak pernah bisa saya jangkau pemahamannya.

Bolehkah saya bertanya ‘mengapa’ sekali lagi?

Jika mati bisa membawa pada pemahaman universal dari apa yang tidak saya pahami di dunia ini, maka saya akan menantikannya meskipun saya takut.

Tapi terkadang saya pun yakin bahwa perpindahan dunia tidak akan menyisakan memori akan dunia lampau, sama seperti memori kita di rahim ibu yang tak pernah muncul di masa hidup kita di bumi. Jadi mengapa takut mati?

Yah, mungkin mati adalah bentuk ketakutan akan kehilangan hidup kita yang fana ini.

*

Hujan lagi, dan belum juga berhenti.

Saya sesungguhnya ingin menulis tentang ribut-ribut politik di negeri ini. Tapi lantas saya urungkan karena nantinya itu hanya akan menjadi tulisan lain yang juga ikut-ikutan heboh politik. Dan karenanya saya bertanya, bahwa tidak kah kalian lelah?

Jika pelajaran hidupmu sudah cukup banyak, akan ada masa segalanya terasa tidak penting dan terlalu berarti dalam waktu yang bersamaan. Entahlah, saya hanya ingin corat-coret dan mencipta posting history di tanggal 31 Januari.

Sementara itu laptop saya sedang memutar lagu Ironic-nya Alanis Morissette, cocok sekali bukan?

wordsflow