Sajak (iv): meramu rindu

by nuzuli ziadatun ni'mah


Aku mengenangmu sejelas melihat matahari di pagi dan senja hari

Aku merindumu hingga merasuk ke dalam nadi-nadi mimpi malamku

Sembari bergurau, jika kau telah pulang berulang kali

Sambil meracau ketika tak kutemukan kau di sisi terjauh sudut mata

*

Sayang, kau terbenam begitu dalam di lekukan benakku

Kau tersisip nyaman di cerukan kalbuku

Kau mengukir mimpi dengan senyum di malamku

Ada rindu yang tertutup bisu, ada rela yang terenggut ragu

Tak kulihat jejak masa lalu kelammu di bekas tapak kakimu

Tak kucium aroma pahit dari manis angan dan impianmu

Tak kutemukan suara dalam teriakan sepi batinmu

*

Aku menunggu

Seperti pipit yang menanti matahari terbit

Seperti kuncup yang menanti angin berbisik

Seperti kau yang menanti merpati datang kembali

wordsflow