Sajak (vi): mengais mimpi sore tadi

by nuzuli ziadatun ni'mah


Tak kupercaya jika mimpi itu tragis
Tak kuterima jika mimpi sekeruh tatapan dalam tangis

Hei, aku melihat kau sejelas jarak kita yang hanya sejauh meja dan kursi
Aku menemukan teduh matamu sejelas matahari pagi

Namun kau setakterjangkau hujan dan teduh
Kau menghilang secepat cahaya emas di sore hari
Melesat secepat meteorit menghilang di atmosfer bumi

Aku mengais mimpi sore tadi,
Bukan tentang aku dan cinta, bukan tentang kau dan rindu
Bukan juga tentang nyanyi dan sunyi
Hanya saja kini, merenung ku terrenggut sepi

wordsflow