Sajak (vii): selepas terbius malam

by nuzuli ziadatun ni'mah


Sementara mereka sibuk dengan dunia mereka, aku tetap terpaku pada indahnya konstelasi yang seakan abadi
Aku berkabar kepadamu melaluinya, tidak kah kau mendengar?
Kurajut pesan untuk kuhaturkan lewat gelombang
Kulukis perasaan, untuk kucerminkan pada langit malam

Lihat, bulan baru tersaput kabut
Tapi kita tahu ada keindahan yang terabadikan dalam ketidakterjangkauannya

Dengar lah rintik dan suara jangkrik
Tak kita temukan, namun tersampaikan mewujud nyanyian

Maka pejamlah,
Jatuhkan diri kita dalam kelam dan mimpi malam
Rebah lah dalam rindu dan kerelaan
Akan kukabarkan kepadamu,
Apa yang aku dengar, apa yang aku rasakan, dan apa yang kulihat
Dalam mimpi, ketika kau berdiri tak lebih jauh dari bayangan

wordsfow