Sajak (ix): ia yang terjawab waktu

by nuzuli ziadatun ni'mah


Maaf,
Aku menemukan kesalahan tulis dari surat yang kukirim tempo hari
Tapi tak perlu kau bersusah payah untuk menemukan letak salahnya, karena akan kujelaskan saat ini juga

Kemarin lalu aku mengadu padamu, tentang rindu dan ragu
Kini kuambil kembali semua itu, karena ia memang bagianku, dan tak selayaknya menjadi milikmu
Rindu hanya sembuh olehku, dan begitu pun ragu
Maka tak pantas aku mengadu kepadamu

Sayang,
Dua purnama lalu kita berjanji dalam bisu
Ketika mata kita bertemu dan jari kita beradu
Kamu membisik sesuatu yang tak kudengar apakah itu
Kamu menyampai gelombang, yang tak tercitrakan di mataku

Mari rebahlah di sisiku,
Dimana kita tak bersekat dan tak berjarak
Ketika kita berbagi udara dan jantung kita beriring irama
Ketika tak akan mampu kita berselimut curiga dan dusta
Ketika gelap menjadikan yang tampak menemukan citra nyatanya

Akan kuberikan sebuah surat padamu, yang tak butuh kau tulis kembali kepadaku
Karena bisu dan tatapku adalah sebuah surat rindu

wordsflow