Sajak (xi): …

by nuzuli ziadatun ni'mah


Kenapa lah saya mengikuti emosi begini,

 

Tapi jika bisa kusampaikan langsung, akan kusampaikan maaf padamu berkali-kali seberapa pun kamu ingin

Semua kata ini, semua hening ini, semata-mata kulakukan untuk tidak mereduksi cinta yang kurajut perlahan di sepanjang perjalanan

Semua tindak ini sebatas penutup teriakan hati

Agar aku tidak mencintai dengan hasrat

Agar cinta ini sungguh-sungguh kumaknai sebagai perasaan, bukan keinginan

Betapa pun aku menolak, hingga kini masih ku berdebar melihatmu, berpaling ku mendengar namamu disebut, terbangun ku mendengar nyaring suaramu,

Masih begitu bahagia setiap membicarakanmu, masih mencuri pandang ketika kau sejangkauan pandangan, masih berusaha bertemu dalam mimpi ketika rindu membanjiri

Masih berusaha menyemangati diri untuk memendam isi hati

Aku menjauh menyepi menghindarmu, agar tak sampai ku menyakitimu

Duduk jauh tak terhalang agar mampu memandangmu

Sembari terus bertanya bagaimana cinta bisa begini rumitnya

 

Mencintai tak pernah salah, maka mencintalah kamu dengan caramu

Mungkin kita akan berpapasan nanti, atau justru bertemu, atau bisa jadi tak bersimpangan sama sekali

Akan kureguk setiap haus dan laparku

Hingga mekar ia menjadi sempurna

Atau mati ia terenggut sepi

 

wordsflow