Sajak (xii)

by nuzuli ziadatun ni'mah


Bergelas arak sudah kureguk tiada jeda

Menunggu kereta berpaling ke rel sebelah, agar hilang nyawa ia tiada

*

Bunyi tik tok jam dinding kamar kita sudah tiada terdengar

Namun dengkur sayup anjing di halaman memecah kesunyian

Bisu kita tercerai, terburai berkeping menjadi debu

Berhambur kabur tiada ragu

*

Sementara riuh gemuruh buruh meminta libur

Lirih perih pedagang koran mengeluh

Teriak ia rentenir galak

*

Rumput itu begitu tinggi, hingga tak kulihat kau hilang tenggelam

Atau gemuruh langit yang terlalu berisik, hingga tak kudengar kau berbisik

Lagu telah terputar tujuh kali, kini saatnya kau pergi

Lihat, keretamu akhirnya memintamu datang

 

Dan burung cangak pun berteriak memekak,

 

wordsflow