Sajak (xiii): Selarik kala

by nuzuli ziadatun ni'mah


Suatu ketika kita pernah bercerita berdua tentang masa depan.  Dimana kita aman bergenggaman tangan, berteduh di bawah atap yang sama, bercerita tentang anak-anak dan binatang peliharaan kita.

Suatu ketika pula, pernah kita bersama-sama mengenang jejak langkah yang susah payah kita tinggal sepanjang jalan

Tiada ragu kau bergumam tentang rasa sayang, tiada malu kau mengungkap rasa, dan tiada sesal kita berpandangan berdua

Sementara itu, di ujung langit sana badai menerjang tiada terjangkau

Di bawah laut sana arus laut bergerak tiada terhenti

Atau nun jauh di ujung galaksi bintang-bintang sedang berebut gravitasi

 

Kita masih ada di sini, duduk di bawah pohon palem, mendendangkan lagu-lagu lama yang tak termakan usia

Serta bercerita tentang tokoh-tokoh novel klasik dan para pengarangnya

Terkadang bercanda tentang masa-masa muda kita

 

Sayangku, kita terlena angin di senja hari

Lantas terlena bulan purnama dan konstelasi

Terlena pada keberadaan diri