Mimpi semalam

by nuzuli ziadatun ni'mah


Sebelum saya lupa:

Belakangan ini saya sering tidak mampu membedakan kejadian di mimpi dan kenyataan. Memang itu tampaknya nggak rasional sih, tapi itu sungguh-sungguh terjadi.

Mimpi saya sering dimulai dengan bangun tidur, dalam kondisi yang persis sama ketika saya berangkat tidur. Lantas melakukan percakapan dengan beberapa orang yang memang adalah orang-orang yang saya kenal.

Susahnya adalah, terkadang mungkin mimpinya tidak nyata, namun bisa jadi kata-kata yang diucapkan sungguh-sungguh saya dengar dan masuk ke mimpi. Bahkan suatu ketika saya pernah menyanyikan goyang dumang sepanjang mimpi. Akhirnya saya memilih untuk bangun, dan mendapati lagu itu diputar berulang-ulang oleh pengelola basecamp Ungaran.

Maka, akan saya tuliskan apa kesimpulan saya setelah percakapan kita semalam.

*

Sayang,

Ada pertanyaan yang begitu lama aku pendam hingga aku hampir lupa kapan tepatnya pertanyaan itu muncul. Memang bukan hal yang berbau kemanusiaan, apalagi perjuangan, ini hanya sebuah pertanyaan egoistis seputar hati dan pikiran.

Lantas semalam kamu bicara padaku lewat mimpi, mengapa semua hal ini terjadi. Kau utarakan satu per satu, kata per kata, hingga saking aku mendengarmu begitu jelas, aku yakin memang kau yang sedang bicara kepadaku.

Entah itu sungguh terjadi atau hanya imajinasi, yang pasti itu menenangkanku, menjelaskan segala yang kupertanyakan tentangmu.

Hal yang tak mungkin terjadi dalam sadar kita bukan?

Terkadang dalam diri kita, semua pertanyaan itu telah ada jawabannya. Namun mungkin kita mencoba lupa atau menolak tahu, sehingga yang jelas adanya menjadi kabur karena setitik debu. Atau kadang kita tak pernah tahu bagaimana rantai sebab-akibat ini akan mengalir beruntun, beradu atau mengadu, hingga kita menjadi egois akan hidup.

Semua yang terjadi sesungguhnya sesederhana pertanyaan, namun serumit jawaban. Dan maka berbahagialah dalam resahmu.

 

semacam surat cinta, untuk yang tegak dalam gelap dan benderang dalam terang

wordsflow