Sajak (xiv): Luka

by nuzuli ziadatun ni'mah


Aku meniti masa dan merenungkan peristiwa, mengorek dimana jeda pernah tercipta

Aku meniadakan ingatan, merintih pada letih untuk merepih luka yang ada

Aku lupa, mengapa luka bisa begitu dalam dan menganga

Aku bahkan tidak pernah sadar dari mana ia berasal

*

Mengapa, sakit itu terasa begitu nyata meski peristiwa itu terjadi maya adanya

Tiada pernah aku memiliki secuil pun dirimu, tidak hatimu, ragamu, dan bahkan perhatianmu

Tiada pula aku pernah bertutur tantang rasa dan kecewa yang mengisi jarak antara kita

Dan tiada aku,

Berharap sejejak kenang pun mengikat kita bersama

*

Telah banjir kata diriku karena sajak dan cerita yang kusampaikan padamu; tiada kau baca satu kata pun

Telah lupa berapa kali terulang luka ini; tetap tak kutemukan dari mana ia bermula

*

Tiada masa itu berguna jika tidak kita rasakan yang ada hari ini

Tiada harapan itu berguna jika kita lupa seberapa berat rasa kecewa

Tiada hilang setiap luka, sampai kau tau ada yang mampu menutupinya

Tiada kita sadar kepalsuan, sampai kebenaran menampar kita di depan mata

Tiada selesai,

hingga kita hilang raga