Mei

by nuzuli ziadatun ni'mah


Dari semua ekspektasi yang akhirnya tidak sesuai dengan kenyataan, ada beberapa hal yang selamanya tidak akan pernah dimaafkan oleh pikiran kita, ada yang selamanya tidak akan pernah kita terima, entah mengapa.

Pernah mendengar ini?

forgive, but never forget

Saya baca itu di official videonya Sunset di Tanah Anarki-nya SID. Entahlah, ada bagian dari diri saya yang merasa tidak terima dengan rangkaian empat kata sederhana itu.

Mungkin jika dibandingkan dengan keadaan saya sekarang, semua ini pasti akan saya kaitkan dengan kehidupan pribadi saya yang entah bagaimana mengganggu saya belakangan ini. Saya kehilangan diri, saya merasa hambar setelah ‘kehilangan’ sesuatu yang sebenarnya tidak pernah saya miliki.

Tertawa karena memang menstimulasi diri untuk itu, marah karena ingin merespon demikian, dan tidak sungguh-sungguh merasakan semua hal yang seharusnya dirasakan oleh orang yang berbahagia dalam hidupnya.

Belakangan saya mencoba memaafkan semua hal, meski tak bisa melupakannya.

Secara singkat saya menyimpulkan bahwa maaf itu tidak akan pernah mampu keluar dengan ikhlas ketika kita tidak mampu melupakannya. Atau justru mencoba melupakan untuk memaafkan apa yang selama ini kita alami. Atau mungkin itu hanya saya saja yang merasakannya, sementara semua orang tidak pernah ambil pusing dengan kedua hal itu. Buat saya, selama saya memang merasakan dampak dari pemikiran saya, berarti memang saya sungguh-sungguh meyakini dan merasakannya.

Saya kini lebih suka mengikuti apa yang sungguh-sungguh saya rasakan, menikmatinya dengan sangat meskipun harus juga membuat topeng untuk menghadapi orang-orang di sekitar saya. Ya, pikiran hanyalah milik kita, dan selamanya menjadi milik kita.

Mei ini menjadi bulan yang bersejarah dalam hidup saya. Semacam titik balik? Bukan, ini hanya fase yang lain yang akhirnya merubah pandangan saya tentang beberapa hal, membuat saya menerima dan menggugat beberapa hal. Jika dibilang menjadi dewasa adalah pilihan, menurut saya itu anugerah. Karena menjadi dewasa tidak mudah, menjadi bijak lebih tidak mudah lagi.

Sementara orang-orang berbahagia dengan hidup mereka, saya akan memperhatikan dari jauh, menikmati suasana itu, merenungkannya, sambil berharap saya akan lebih mudah memahami kerumitan dan kesederhaan hidup ini.

Ah Mei, mengapa semua hal terjadi di bulan ini?