Sajak (xv): larik untuk Parwati

by nuzuli ziadatun ni'mah


Menarilah kau berbalut kebaya merah muda, anggun, tenang, dan mempesonakan

Sementara selendang yang kau sandang mempercantik jemarimu yang jelita meliuk bagai dedaunan terhembus bayu

Gemulaimu bergerak kesana kemari bagaikan ombak di tepian Sanur; tenang namun melenakan

Sedang musik bertalu-talu tiada merusak pendengaran, namun menyentuh sanubari kalbu

 

Rona wajahmu, seperti bidadari yang turun kayangan kemarin lalu

Ketika kita pertama kali bertemu, ketika itu masih kau seorang yang malu-malu

 

Parwati, rebahkan ragamu yang lelah pada bahuku

Ketika kita tiada berjarak dalam raga, aku pun akan membuka kunci jiwa

Lantas kita akan bergelung bersama dalam hangat pagi, sembari melihat kabut yang tersingkap

Di sana, akan kita temukan tenang dalam diam, teduh dalam sepi

Sembari kau memperhatikan dunia menggeliat bangun, akan kubisikkan padamu; “rebah lah dalam lelah, karena akan kubangunkan kau dalam hingar bingar bahagia”

 

wordsflow